Fresh.suara.com - Kelima tersangka atas kasus pembunuhan berencana Brigadir J akan diperiksa menggunakan alat pendeteksi kebohongan atau lie detector. Tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi akan diuji tingkat kejujurannya lewat pemeriksaan tersebut.
Terkait hal tersebut Komjen Pol (purn) Ito Sumardi mengatakan jika alat lie detector tidak bisa dipaksakan kepada seseorang dan tidak menjamin bahwa orang itu akan berkata jujur, dan tidak bisa menjadi salah satu petunjuk dalam pemeriksaan.
“Kalau penggunaan lie detector itu bukan bagian dari CSI (Crime Science Investigation). Karen penggunaan lie detector itu juga tidak bisa kita paksakan kepada seseorang, dia punya hak untuk menolak,” kata Komjen Pol (Purn) Ito Sumardi dalam kanal YouTube tvOneNews, Selasa (6/9/22).
“Kenapa demikian? karena akurasi dari lie detector itu sampai saat ini belum bisa dijamin seratus persen dan itu tidak bisa dijadikan satu petunjuk bahwa orang tersebut mengaku atau tidak,” lanjutnya.
Selain lie detector, Ito juga menyebut jika ada teknologi baru bernama hipnoterapi yang bisa dilakukan saat pemeriksaan, namun teknologi tersebut juga belum tentu akurat.
“Ada juga teknologi baru menggunakan hipnoterapi, itu pun belum tentu akurat. Mungkin kita kalo liat acara tv uya kuya itu kan orang dibawa hipnotis itu namanya hipnoterapi,” ucap Komjen Ito.
Itu semua, kata Ito, tidak bisa dimasukkan ke dalam berita acara pemeriksaan yang dibawah sumpah. Rangkaian tersebut hanya sebagai petunjuk untuk melihat apakah seseorang tersebut berbohong atau tidak.
“Tapi kalau memang mau digunakan sah-sah saja, semua kewenangan dari penyidik tentunya harus dari persetujuan orang yang akan diberikan peralatan tersebut,” tuturnya.
Seperti diketahui, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi mengatakan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi akan menggunakan alat lie detector saat melakukan proses pemeriksaan.
Baca Juga: Akhirnya, Komnas HAM Akui Dapat Keterangan Pemerkosaan Putri Sambo dari Sosok Ini!
Andi mengatakan uji kebohongan ini dijadwalkan per hari untuk dua orang. Sebelumnya pada hari Senin (5/9), tersangka Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf sudah menggunakan alat tersebut.
Sedangkan untuk Ferdy Sambo dan Putri akan dijadwalkan pada hari Rabu (7/9). “Jadwal (uji kebohongan) sampai hari Rabu. (Yang diuji) PC, saksi Susi, dan FS, sedangkan Bharada E sudah duluan (diuji),” kata Andi.
Penyidik sudah menjadwalkan uji kebohongan dari tanggal 5-7 September 2022.
Berita Terkait
-
Akhirnya, Komnas HAM Akui Dapat Keterangan Pemerkosaan Putri Sambo dari Sosok Ini!
-
Kata Polisi soal CCTV Rumah Magelang Tempat Tinggal Sambo dan PC, Ternyata...
-
7 Kejanggalan Dugaan Pelecehan Seksual Putri Candrawathi oleh Brigadir J
-
Kak Seto Blunder Lindungi Anak-anak Ferdy Sambo, Kata Arist Merdeka Sirait
-
Putri Candrawathi Akui Diperkosa Brigadir J, Irma: Kita Dibodoh-bodohi
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Bersinar di Laga Spanyol Vs Cape Verde, Vozinha Ternyata Eks Rekan Setim Witan Sulaeman
-
Gagal Masuk Negeri? Jangan Cemas, 800 Lebih Sekolah Swasta di Banten Kini Gratis
-
12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?
-
6 Fakta Penangkapan Pelaku Pembacokan Maut di Kebon Pedes
-
Puasa 1 Muharram, Sunnah atau Sekadar Tradisi? Ini Niat dan Penjelasan Ulama
-
6 Fakta Nasib Pedagang Usai Pembongkaran Kios Ilegal di Jalur Puncak
-
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
-
Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Sudah Dapat Rp10 Juta, Pedagang Puncak Tetap Merana: Modal Segitu Mana Cukup