/
Kamis, 08 September 2022 | 16:55 WIB
Putri Candrawathi melakukan rekonstruksi

Fresh.suara.com - Tersangka kasus pembunuhan Brigadir J, Putri Candrawathi diperiksa Tim Khusus Badan Reserse Kriminal atau Bareskrim Polri pada Selasa (6/9/22).

Tak hanya Putri Candrawathi, asisten rumah tangga (ART) Susi pun ikut diperiksa di Pusat Laboratorium Forensik disingkat Puslabfor di Sentul, Bogor, Jawa Barat menggunakan alat lie detector.

Tes ini dilakukan untuk mendukung sejumlah kesaksiannya terkait kasus pembunuhan yang terjadi pada 8 Juli lalu tersebut.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan alat lie detector yang digunakan untuk pemeriksaan tersangka pembunuhan ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi yakni mencapai 93 persen.

Selain itu, alat ini juga sudah mendapatkan sertifikasi dari International Organization for Standardization atau ISO. Alat lie detector kepunyaan Polri ini adalah buatan dari Amerika Serikat dan telah digunakan Puslabfor Polri sejak 2019 lalu.

Sayangnya, Dedi tidak menyebutkan secara pasti soal pemeriksaan tersebut, dengan alasan projustisia.

“Hasil polygraph setelah saya berkomunikasi dengan Puslabfor dan juga operator polygraph bahwa hasil polygraph atau lie detector itu adalah projusticial,” kata Dedi saat memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (8/9/22).

Hasil pemeriksaan terhadap Putri, kata Dedi, itu bersifat pro Justitia lantaran memiliki keakuratan 93 persen. Pro Justitia adalah untuk kepentingan hukum.

Dedi mengatakan hasil pemeriksaan Putri Candrawathi di Puslabfor, Sentul, Bogor, Jawa Barat, itu adalah kewenangan penyidik untuk menyampaikan kepada publik. 

Baca Juga: Makin Mancung, Fuji Diduga Lakukan Filler Hidung

“Kalau masuk dalam ranah pro justitia berarti hasilnya, penyidik yang berhak mengungkapkan ke teman-teman,” kata dia. 

“Termasuk nanti penyidik juga mengungkapkan ke persidangan.” pungkasnya.

Perlu diketahui, lie detector merupakan alat untuk mendeteksi kebohongan yang dilakukan seseorang dengan menggunakan alat mesin poligraf.

Perangkat ini mengumpulkan analisis respons fisiologis manusia melalui sensor yang terhubung ke individu yang diperiksa.

Saat mendeteksi kebohongan, sensor lie detector akan membaca reaksi tubuh. Seperti: kondisi tekanan darah atau detak jantung, perubahan pernapasan, dan keringat di jari tangan. Reaksi psikologis yang terjadi ketika seseorang berbicara, tanpa sadar akan mempengaruhi kerja organ tubuh tersebut.

Load More