SuaraGarut.id - Jalan utama di Garut mirip seperi aliras sungai yang deras. Gara-garanya air dari drainase meluap hingga ke jalan-jalan.
Belum selesai masalah jalan rusak di Garut, Kota Dodol itu lagi-lagi jadi sorotan lantaran tak pernah bisa menanggulangi banjir di jalan-jalan utama.
Pemerintah malah menyalahkan "tradisi" warga yang kerap membuang sampah sembarang yang berdampak pada banjir.
Dikutip dari Anatara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat mengiformasikan, banjir menggenangi jalanan utama di Garut.
Pihak BPBD mengatakan, bajir terjadi karena adanya penyumbatan drainase.
Sehingga, air meluap saat turun hujan deras yang berlangsung lama mengguyur wilayah Garut.
"Jadi (penyebab banjir) ada penyumbatan, penyempitan, banyak sampah. Itu ada beberapa drainase, kemudian hujannya cukup tinggi," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Satria Budi di Garut, Kamis.
Dikatakannya, dalam beberapa waktu lama Garut tidak diguyur hujan. Kemudian Rabu (8/3/2023) malam hujan deras mengguyur deras wilayah perkotaan Garut dan sekitarnya sampai Kamis dini hari.
Hujan dengan intensitas tinggi itu, kata dia, membuat sejumlah pemukiman warga maupun jalan raya di Garut tergenang air, sehingga menghambat arus lalu lintas kendaraan.
Baca Juga: Besok, Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Brutal oleh Mario Dandy
"Hujannya deras, drainasenya kecil jadi tidak ketampung, ditambah ada penyumbatan karena banyak sampah, akibatnya banjir," kata Satria.
Sejumlah ruas jalan yang tergenang banjir:
- Jalan Pembangunan tepatnya di tanjakan daerah Paniisan, Kecamatan Tarogong Kidul.
- Jalan Cipanas atau jalur menuju objek wisata Cipanas Garut di Kecamatan Tarogong Kaler.
- Jalan di Leles.
- Jalan di daerah Tanjung, dan sejumlah jalan lainnya.
Berita Terkait
-
Curhat Wabup Garut Pasrah Dimaki dan Diteriaki Warga Gara-Gara Jalan Rusak
-
Termasuk Garut, Sebanyak 71 Ruas Jalan Segera Diperbaiki Oleh Pemprov Jabar
-
Ingin Warganya Banyak Konsumsi Ikan Bupati Garut Lakukan ini di Situ Rancahideung
-
Pergerakan Tanah di Garut Kondisinya Mengerikan, Mengeluarkan Air Bercampur Minyak dengan Bau Tidak Sedap
-
Bikin Cenghar! Inilah 9 Tempat Wisata Garut yang Cocok Buat Healing, Nomor 6 Ibu-ibu Pasti Suka
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123