Hari ke-8 Pencarian Rombongan Jurnalis: Kabut Tebal, Ombak 2,5 Meter dan Bahaya Erupsi Krakatau

Selasa, 15 September 2026 | 17:13 WIB
Petugas Basarnas melakukan pengamatan saat pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat liputan erupsi Gunung Anak Krakatau dengan menggunakan KN SAR Antasena di Perairan Selat Sunda, Banten, Minggu (13/9/2026). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/hma]
  • Tim SAR gabungan mempertimbangkan potensi erupsi Gunung Anak Krakatau dalam operasi pencarian hari kedelapan pada Selasa (15/9/2026).
  • Pencarian korban hilang melibatkan banyak armada di perairan Selat Sunda dengan luas area sekitar 3.962 mil laut persegi.
  • Operasi ini dilakukan untuk mencari delapan orang korban yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Suara.com - Basarnas menyatakan potensi kerentanan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) menjadi pertimbangan khusus bagi tim SAR gabungan pada operasi pencarian hari kedelapan pada Selasa (15/9/2026) ini terhadap rombongan jurnalis dan kru kapal cepat di Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Rizky Dwianto menyampaikan bhasil rapat evaluasi bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengindikasikan bahwa meski erupsi belum terjadi, akumulasi energi dari aktivitas vulkanik dangkal Gunung Anak Krakatau berpotensi memicu erupsi lebih besar dari yang sebelumnya.

"Hal-hal ini yang perlu antisipasi demi keselamatan tim SAR gabungan dalam melaksanakan pencarian," katanya di Posko Utama SAR Nasinal, Pantai Carita, Pandeglang, sebagaimana dilansir Antara.

Dia memastikan pergerakan tim SAR dilakukan semua atas pemantauan ketat terhadap aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang diselaraskan berdasarkan rekomendasi berkala dari PVMBG.

"Informasi perihal aktivitas Gunung Anak Krakatau yang bersumber dari PVMBG kami jadikan pedoman. Pengamatan visual menunjukkan gunung tertutup kabut, sementara pengamatan kegempaan mencatat terjadi gempa vulkanik dangkal dengan tremor secara terus-menerus," katanya.

Selain itu data analisis cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga jadi rujukan.

Dalam hal ini dilaporkan kondisi cuaca di perairan Selat Sunda terpantau berawan dengan tinggi gelombang mencapai 0,5 hingga 2,5 meter mengarah ke timur laut, serta kecepatan angin berkisar 5-20 knot bergerak dari tenggara ke selatan.

Adapun berdasarkan peta rencana operasi SAR hari kedelapan ini, tim SAR gabungan melakukan penyisiran di lima sektor pencarian laut dengan total luas area sekitar 3.962 mil laut persegi.

Pencarian melibatkan sejumlah armada unsur utama, antara lain KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KN SAR Antasena, KRI Gilimanuk, KRI Leuser, KRI Lepu, KRI Kerambit, KAL Anyer, KAL Pahowang, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, serta sejumlah kapal KP Polairud.

Sektor A dengan luas 1.026 mil laut persegi akan dilakukan oleh KRI Gilimanuk dan KRI Leuser. Sektor B seluas 780 mil laut persegi melibatkan KN SAR Antasena dan KP Sanjaya. Selanjutnya, sektor C dengan luas 825 mil laut persegi akan disisir oleh KN SAR Tetuka, KRI Lepu, dan KRI Kerambit.

Pada sektor D seluas 872 mil laut persegi, pencarian melibatkan KN SAR Basudewa, RIB 02 Lampung, KAL Anyer, dan KAL Pahowang.

Sementara itu, sektor F dengan luas 459 mil laut persegi akan dilakukan oleh RIB 02 Banten, RBB Pulau Peucang, sejumlah kapal KP Polairud, serta unsur pendukung lainnya.

Sebelumnya Pusat Pengendalian Operasi Basarnas melaporkan kapal cepat yang membawa rombongan jurnalis tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Ada sebanyak delapan orang yang dalam pencarian terdiri atas lima jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro (iNews), Firdaus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas). Sedangkan tiga lainnya, yakni Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), serta Heriyanto (pemandu).

Komunikasi terakhir mencatat korban sempat mengirimkan lokasi terkini kepada rekan jurnalis di Lampung, Senin (7/8) pukul 14.42 WIB, namun akhirnya hilang kontak pada pukul 15.04 WIB di titik koordinat sekitar 6°14'40.52"S dan 105°40'49.48"T.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com