SuaraGarut.id - Rencana pembangunan Jaln Tol Getaci sudah memasuki tahap pembebasan lahan yang mengharuskan merelokasi sejumlah bangunan dan fasilitas umum.
Salah satu bangunan yang terkena imbas adalah SMAN 8 Garut yang mengharuskan pemerintah segera melakukan relokasi.
Untuk persoalan ini, Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Enjang Tedi mengatakan, pembangunan jalan Tol Getaci yang mengharuskan relokasi SMAN 8 Garut harus direspon cepat oleh pemerintah.
Menurutnya, pembangunan relokasi SMAN 8 Garut harus lebih didahulukan ketimbang pembangunan jalan tol tersebut.
"Jadi harus diperhatikan jangan dulu sekolahnya dirobohkan untuk pembangunan tol sementara tempat relokasinya belum ada," kata Enjang, Selasa (14/8/2023).
Selain itu, relokasi SMAN 8 Garut pun harus memperhatikan tempat yang ideal dan mudah diakses oleh guru dan siswa.
"jadi intinya saya mengingatkan agar relokasi ini segera dilakukan agar kegiatan belajar mengajar bisa berlangsung tenang," ujarnya.
Ia berharap pembangunan sekolah baru nanti harus lebih baik dari segi tempat yang mudah diakses masyarakat, khususnya siswa seperti lokasi sekolah saat ini berada di jalan raya Kecamatan Cilawu.
Kemudian, kata dia, luas lahan sekolah jika memungkinkan bisa lebih luas lagi, lalu bangunan sekolah yang lebih baik, nyaman dan aman bagi siswa maupun tenaga pendidik di sekolah tersebut.(*)
Baca Juga: Dukung Regenerasi, Ajang Kompetisi Panjat Dinding Outdoor Bouldering Cup Sukses Digelar
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat di Bandung Raya
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
Tak Diperpanjang, Bangkok United Bongkar Kondisi Pratama Arhan di Akhir Kontrak
-
Curiga Alibi Jatuh di Kamar Mandi, Penjaga Kos di Bandung Diancam Usai Bongkar Kejahatan Pelaku
-
Soal Blok Andaman, Kapolda Aceh Jamin Investasi di Aceh Aman dan Nyaman
-
Sensus Ekonomi DIY Baru 9 Persen, Dibayangi Kekhawatiran Pajak hingga Penolakan Warga
-
Hitung-hitungan Korea Selatan Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026: Pantang Main Aman Lawan Afsel
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator