SuaraGarut.id - Ada sebutan Kampung Mualaf di Kabupaten Garut, Jawa Barat kenapa bisa disebut begitu? Ternyata peristiwa ini yang menjadi latar belakangnya.
Dilansir dari situs, wecare.id, Kampung Mualaf hanya sebutan bagi sebuah daerah di pelosok wilayah Selatan Garut yang dulunya pernah ada kristenisasi di daerah tersebut.
Nama aslinya Kampung Mualaf itu adalah Kampung Randu Desa Samudrajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut.
Kampung Mualaf ini berada di wilayah dataran tinggi yang jika ditempuh dari Jalan Raya Provinsi sejauh 5 kilo meter.
Kegiatan warga Kampung Mualaf saat ini sangat religus setelah semua warganya kembali memeluk agama islam.
Kegiatan keagamaan seperti salat dan mengaji setelah maghrib menjadi pemandangan biasa warga setempat.
Namun sarana infrastruktur di Kampung Mualaf jauh dari kata memadai membuat warganya masuk dalam kategori miskin ekstrim.
Jalan yang rusak dan kesulitan sarana air bersih menjadi kendala warga Kampung Mualaf dalam melaksanakan ibadah dan memenuhi kebutuhan hidup.
"Saat ini warga Kampung Mualaf harus menempuh jarak puluhan kilo meter untuk mendapatkan air bersih," tulis situs care.id, dilansir SuaraGarut.id, Sabtu (25/3/2023).
Baca Juga: Curhat 34 Jemaah Umroh yang Terlantar di Bekasi, Gagal ke Mekkah Ditempatkan di Penampungan TKI
Beberapa kali, warga setempat telah mengajukan bantuan namun sampai saat ini tak kunjung direalisasikan pemerintah terkait.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Lampu Gantung yang Bagus Menurut Feng Shui, Ini 5 Ciri-Ciri yang Perlu Diperhatikan
-
DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu
-
Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat
-
3 Kali Dihantam Ombak, Nakhoda Tenggelam di Perairan Tanjungsari Pasuruan Ditemukan Tewas
-
Lenovo Yoga Slim Ultra 7 FIFA World Cup 26 Edition:Laptop AI Premium dengan Aura Sang Juara
-
Bocor Rp15.000 Triliun: Angka Fantastis di Tengah Nestapa Gaji Guru Kita
-
Piala Dunia 2026: Jika Terus Dapatkan Suplai, CR7 Sejatinya Tak Kalah Garang Ketimbang Messi
-
Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud
-
Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber
-
Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan