SUARA GARUT – Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengatakan tahun 2024 nanti Pemerintah Kabupaten Garut tak punya anggaran untuk sekedar bayar tagihan listrik, air dan administrasi umum (Adum) sekalipun.
"Tahun depan itu kita harus bayar Rp.100 miliar ke KPU (untuk biaya Pemilu) habis sudah uang kita, untuk bayar listrik dan Adum saja tidak ada, bener," ungkap Rudy, kepada wartawan, Rabu (5/4/2023).
Alasan paling utama kata Rudy, karena Dana Alokasi Umum (DAU) habis digunakan belanja pegawai untuk PNS, PPPK dan pegawai lainnya.
Khusus jumlah Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Garut yang diangkat tahun 2023 ini terbanyak di Indonesia.
Akibatnya membuat Pemerintah Daerah Kabupaten Garut, pada tahun 2024 mendatang diprediksi tidak akan bisa melakukan program pembangunan kecuali di 3 SKPD, yakni PUPR, Disdik dan Dinas Kesehatan.
Rudy mengungkapkan, tahun ini saja ada tambahan 10 ribu lebih P3K baru dari tenaga kependidikan sebanyak 9 ribu orang ditambah 1500 tenaga kesehatan.
Dengan jumlah tersebut, pemerintah sedikitnya harus mengalokasikan anggaran sebesar Rp 600 miliar setiap tahunnya untuk gaji pegawai yang diambil dari DAU pemerintah pusat.
“DAU yang kita terima itu nilainya Rp 1,7 triliun, dari jumlah tersebut ada Rp 800 miliar yang bisa digunakan untuk pembangunan, tapi sekarang harus membayar gaji pegawai,” jelasnya.
Selain gaji pegawai, menurut Rudy tahun 2024 mendatang, ada Pemilu dan Pilkada yang wajib dibiayai dari APBD yang nilainya mencapai Rp 100 miliar. Karenanya, anggaran yang ada untuk pembangunan habis.
Baca Juga: 11 Bulan Kerja Baru Terima Gaji, Ternyata Segini Gaji-Tukin Kepala Otorita IKN
“Saya sudah bicarakan masalah ini ke pemerintah pusat, tapi belum ada solusi untuk menambah DAU,” katanya.
Sedangkan Rudy sendiri, awal tahun 2024, sudah habis masa jabatannya sebagai Bupati Garut bersama Wakilnya Helmi Budiman. Tepatnya, Januari 2024. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
BBM Non-Subsidi Naik Drastis: 5 Langkah Efisiensi Walikota Bandung untuk Hemat Anggaran
-
6 Fakta Pabrik Vape Narkoba 'Labubu' di Medan yang Dikendalikan WNA Singapura
-
Mendarat dari Bangkok, 10 Penumpang WNI Langsung Positif Narkoba di Bandara Soetta
-
Layanan Perumda Tirtanadi Lumpuh, LAPK Sumut: Jangan Jadikan Listrik Sebagai Alasan
-
Kawanan Tawon Serang Hajatan Gegara Musik Organ Tunggal, Tamu Kocar-kacir
-
Triliunan Rupiah Mangkrak! 21 Ribu Motor Listrik Program Makan Gratis Menumpuk di Gudang Sentul
-
Hornbills Mengamuk! Tiket Final IBL 2026 di Depan Mata Usai Tumbangkan Satria Muda
-
'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung
-
Skor PCMB Jabar 2026 Menyusut? Dedi Mulyadi: Jangan Panik, Itu Penyesuaian Sertifikat Prestasi
-
Pertamax Tembus Rp16.250, Walikota Bandung Instruksikan Langkah Efisiensi Besar-besaran