SUARA GARUT - Pernyataan Bupati Garut H.Rudi Gunawan soal Garut akan Bangkrut, hingga tak mampu membayar listrik menjadi tanda tanya publik.
Salah satunya datang dari ribuan guru honorer yang tengah melaksanakan persiapan pemberkasan menjadi CPPPK.
Mereka beranggapan gegara adanya pengangkatan PPPK, membuat Garut jadi bangkrut bahkan sampai tak mampu membayar listrik sekalipun.
Akan tetapi, pernyataan Bupati tersebut membuat para guru CPPPK Garut bingung.
Pasalnya, pemerintah pusat melalui Kementrian Pendidikan, Kebudayan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pengangakatan PPPK menjadi program pusat.
Karena menjadi program pemerintah pusat, tentu biaya yang di gunakan berasal dari pusat.
Menyikapi persoalan ini, Korcam CPPPK Tarogong Kaler Adi Ardian memastikan tidak akan ada dampak dari pernyatan bupati.
"Rekan-rekan resah, khawatir ada pemangkasan rekrutmen atau bahkan khawatir ada pengurangan gaji," kata Adi saat dikonfirmasi garut.suara.com, pada Sabtu, (08/04/2023).
Namun sebagaimana disampaikan Ketua Fraksi Demokrat, kata Adi, anggaran untuk PPPK sudah aman.
Baca Juga: Orang Tua Harus Tahu Gejala Kanker Tulang Pada Anak
Pembayaran gaji PPPK berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU), Kementerian keuangan sudah memfloting khusus dari DAU untuk gaji PPPK.
DAU tersebut kata Adi masuk ke APBD Garut, dan sudah ditentukan Menteri Keuangan penggunaanya sesuai PMK.212 Tahun 2022.
Berkenaan dengan ini, Adi meminta rekan-rekan yang sedang memberkas jangan terpengaruh oleh isu diluaran sana.
"Kami berharap rekan-rekan tetap fokus memberkas , jangan berpikir yang lain, apalagi merasa menjadi tersangka," ujarnya.
Adi menjelaskan pernyataan Bupati soal Garut Bangkrut, memang sempat membuat mental mereka ciut, hingga merasa menjadi tersangka, akibat pengangkatan PPPK Garut tidak bisa membangun.
"Setelah membaca penjelasan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Garut Dadang Sudrajat, kami bisa sedikit bernafas lega," Pungkasnya.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
Pemuda di Cikeusal Rudapaksa Siswi SD dan Paksa Korban Curi Emas Orang Tua Lewat Ancaman Video
-
5 Alasan Wajib Nonton Tradisi Seba Baduy: Ada Barongsai, Layar Tancap, Hingga Diplomat 10 Negara
-
Polri Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Tersangka Pelecehan Seksual 5 Santri Laki-laki
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Jalur Menuju Situs Gunung Padang Kembali Normal Usai Tertimbun Longsor
-
Siapa yang Bermain? Polemik Kali Ciputat Jadi Ajang 'Saling Serang' Dewan vs Pengembang
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial