SUARA GARUT - Guru yang telah lulus menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, hanya akan mendapatkan gaji honorer.
Besaran upah yang diterima berkisar antara Rp.250 - 300 ribu setiap orang dalam setiap bulannya. Jumlah guru PPPK yang lulus untuk tahun 2023 ini mencapai 3.326 orang
"Upah honorer tetap akan diberikan sampai surat pengangkatan dan penugasan PPPK diterbitkan," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Ade Manadin, kepada suara.garut.com, Selasa 12 April 2023.
Berdasarkan rencana, Surat Keputusan (SK) pengangkatan guru PPPK itu diterbitkan pada Mei mendatang. Karena itu para guru akan menerima gaji honorer hingga Juni mendatang.
Pada Juli, guru PPPK akan mulai mendapatkan haknya dengan yang jumlahnya lebih besar dari sebelumnya. Begitu juga dengan tunjangan lainnya, para guru ini akan mendapatkan layaknya sebagai pegawai negeri.
Penggajian guru honorer ini sebelumnya telah disiapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Garut. Untuk tahun 2023 jumlah dana yang disiapkan mencapai Rp 18,3 Miliar.
Anggaran itu disiapkan untuk membayar upah guru honorer sebanyak 6.700 orang. Jumlah itu termasuk dengan guru yang lulus PPPK tahun ini.
Selain itu dinas pendidikan juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,3 miliar untuk membayar upah tenaga jasa pendidikan lainnya
Sekedar untuk diketahui guru PPPK, saat ini tengah melakukan kelengkapan berkas, salah satunya yakni dengan melakukan medical check up.(*)
Baca Juga: Guspardi Gaus Apresiasi Putusan Pengadilan Tinggi Batalkan Penundaan Pemilu
Editor: Farhan
Berita Terkait
-
Penting Untuk PPPK Guru Perhatikan 6 Poin Saat Pengisian DRH NI PPPK, Jangan Sampai Salah Isi, Status ASN Bisa Jadi TMS
-
Mengembangkan Kurikulum Pembelajaran Mandiri: Inovatif dan Dinamis
-
Fixs! Pengolahan Data Sudah Final BKN Segera Umumkan Hasil Sanggah PPPK Guru 2022, Prof Nunuk: Sebagian ada yang berubah
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
Terkini
-
Penjelasan Unhas Terkait 28 Mahasiswa Disebut Diskor Karena Kritik Program MBG
-
IHR: Piala Paku Alam 2026 Siap Digelar di Yogyakarta, Hadirkan Kemeriahan Pesta Karnaval
-
Tak Hanya Jago Taktik, Skill Poliglot Carlo Ancelotti Bisa Jadi Senjata Rahasia Brasil
-
Rincian Biaya Full Tank 7 Skutik Honda di Kala Pertamax Meroket, Paling Murah Rp60 Ribuan
-
Sinergi Bajaj Adira Finance: Dorong Ekonomi Lokal dan Perluas Kepemilikan Kendaraan Roda Tiga
-
Kawasaki KLX150 Termurah Tipe Apa? Segini Harga dan Spesifikasinya
-
Disia-siakan Arsenal! Folarin Balogun Jelmaan Ian Wright yang Mengamuk di Piala Dunia 2026
-
Kasus BPK Sumsel: Ini Daftar Tersangka dan Pihak yang Masih Diperiksa KPK
-
FIFA Angkat Tangan, Nasib Thomas Partey di Piala Dunia 2026 di Ujung Tanduk
-
Betrand Peto ke Sarwendah: Bun, Pernah Ingat Bagaimana Kalian Hasut Keluargaku di NTT?