SUARA GARUT - Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Bandung Kurnia Solihat prihatin atas kasus yang menyeret Kadernya, sekaligus Walikota Bandung Yana Mulyana.
Meski begitu, Sekretaris DPC Gerindra Kurnia mengaku, telah lama tidak menjalin komunikasi dengan Orang yang sempat diusungnya saat gelaran Pilkada 2018 silam.
DPC Gerindra Kota Bandung kata Kurnia, sulit melakukan komunikasi dengan Walikota Bandung yang saat ini telah menjadi tersangka oleh KPK.
"Komunikasi antara DPC Gerindra dengan Walikota Bandung Yana Mulyana kurang baik," kata Kurnia Solihat, Minggu (16/04/2023).
Hubungan tidak baik tersebut, terlebih sejak Yana Mulyana sambung Kurnia ditetapkan menjadi Walikota Depenitif 18 April 2022 silam.
Sejak itu, Imbuh Kurnia pihaknya mengalami kesulitan bertemu dengan Yana.
"Kesulitan berhubungan dengan Yana, sejak kami menjadi pengurus DPC Gerindra Kota Bandung Desember 2022," tandasnya.
Selain itu, Kurnia tidak mengetahui posisi Yana Mulyana dalam kepengurusan partai.
"Yana Mulyana tidak pernah hadir dalam kegiatan partai," kata Kurnia dikutif garut.suara.com dari berbagai sumber.
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung Minggu 16 April 2023
Kami kurang tahu, kalau sebagai apa, DPP yang menentukan, dengan kami juga sulit berkomunikasi.Imbuh Kurnia.
"Kami mengapresiasi langkah KPK dalam peristiwa OTT KPK terhadap Yana Mulyana," tegasnya.
Kami menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada KPK, pihaknya tidak akan ada intervensi hukum.
"Praduga tak bersalah memang harus dijunjung tinggi, namun kami serahkan, tidak ada intervensi hukum, silahkan KPK yang laksanakan sebaik-baiknya," ujarnya.
Sebelumnya Yana Mulyana terjerat kasus dugaan suap dan penerimaan gratifikasi pengadaan CCTV dan penyedia jasa internet dalam program Bandung Smart City, tahun 2022-2023.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Asap Tak Punya Paspor, Airlangga Minta Negara ASEAN Tolong RI
-
Masa Jabatan Kapolri Digugat ke MK, Mahasiswa UIN Jakarta Cium Aroma Intervensi Politik
-
Asap Karhutla Kalimantan Sampai ke Negara Tetangga, Ini Kata BMKG
-
Pesona Alam di Bawah Bayang-Bayang Ekskavator: 4 Wisata Indonesia yang Terdampak Tambang
-
4 Body Serum Efek Tone Up Bikin Kulit Lebih Cerah, Harga Murah Rp30 Ribuan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Tertipu Gaya Film Perang Serius, Tropic Thunder Ternyata Satir Komedi Paling Pecah
-
Bongkar 30 Pelanggaran Hukum! Tim Hukum Febrie Optimis Menang Praperadilan
-
Airlangga Sebut Deal Tarif RI-AS Belum Diratifikasi: Ada Masalah, Soal Kerja Paksa Sudah Beres
-
Orang Asing Jadi Bos, Deretan Jajaran Komisaris dan Direksi DSI