/
Jum'at, 21 April 2023 | 11:29 WIB
Ilustrasi Bung Karno.Halal Kata Bihalal dari pedagang Martabak India hingga Bung Karno Undang Tokoh Politik Ke Istana Negara.(Tangkapan layar/Net)

SUARA GARUT - Halal Bihalal menjadi sebuah tradisi yang mengakar dikalangan umat islam, setelah merayakan Lebaran Idul Fitri setiap tahunya.

Tradisi halal bihalal itu, bukan saja dilakukan dikalangan masyarakat bawah, namun menyentuh hingga instansi pemerintah.

Baik instansi pemerintah maupun kalangan masyarakat memanfaatkan momentum lebaran idulfitri sebagai ajang bersilaturahmi untuk saling memafkan.

Sepintas kata halal bihalal itu seperti berasal dari bahasa Arab, namun sebenarnya asli Indonesia dan terdaftar dalam KBBI.

Disamping itu, pelaksanaanya merupakan tradisi budaya yang asli madin Indonesia.

Secara pengertian dalam kamus besar bahasa Indonesia, halal bihalal berarti maf memaafkan, setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan.

Acara halal bihalal itu biasanya dilaksanakan dalam suatu tempat, atau dalam satu acara khusus, oleh suatu kelompok orang.

Namun ternyata kata halal bi halal itu pertama di populerkan oleh penduduk pribumi kota Solo Jawa Tengah.

Saat itu sekitar tahun 1935-1936 para pedagang martabak asal India. dibantu pribumi tengah menjajakan daganganya.

Baca Juga: Mengenang 5 Momen Penting yang Ada Hanya di Bulan Ramadhan

Dalam memepromosikan martabaknya, para pembantu yang asli pribumi mengeluarkan kata-kata seperti, " Martabak malabar, halal bin halal," dikutif garut.suara.com dari berbagai sumber.

Sejak saat itu, istilah halal bin halal mulai populer di masyarakat Solo.

Selanjutnya masyarakat menggunakan istilah itu untuk sebutan silaturahmi saat ke taman sriwedari pada hari lebaran.

Kegiatan halal bihalal kemudian berkembang menjadi acara silaturahmi saling mermaafan sat lebaran.

Namun, ditahun 1948, saa terjadi komplik dijaman pemerintahan Bung Karrno, KH.Wahab memperkenalkan istilah halal bihalal dikalangan Istana.

Sehingga pada hari raya idul Fitri 1948, Bung Karno mengundang seluruh tokoh politik datang ke istana Negara, menghadiri silaturahim yang diberi judul halal bihalal.(*)

Load More