/
Senin, 24 April 2023 | 18:56 WIB
Netizen menyesal telah mendukung Bima soal kritisi pemerintah Lampung.(Foto: Tangkapan layar/Twitter)

SUARA GARUT - Cuitan Bima Lampung di akun media sosial mendapat hujatan netizen.

Pantauan garut.suara.com pada Senin, (24/04/2023), dari akun twitter langitan99, @langitan99, menyesal telah mendukung Bima soal kasus kritikan terhadap Pemprov Lampung baru-baru ini.

"Ternyata Bima tak secerdas yang di pikirkan," tulis @langitan99, dikutif garut.suara.com Senin, (24/04/2023).

Menyesal telah membuat statemen mendukung Bima selama ini.tutur seorang mbak diakun Smart Video id.Zona.Viral 94.

"Makanya Cong, jangan karena satu kritikan loe di dukung banyak orang, asal saja menggunakan conggor loe," tulis langitan99 di akun twitter.

Pemilik akun langitan 99, telah mengunggah sebuah celotehan seorang mbak di Smart Video.

"Aku menyesal telah mendukung Bima baru -baru ini," ucap mbak di video tersebut.

Mbak itu menyebutkan baru-baru ini, telah viral di media tiktok, seorang tiktokers telah mengkritiki pemerintahan lampung, yaitu si Bima.Imbuhnya.

"Menyesal cuitan video cuitan dia, terhadap mantan presiden Megawati Sukarno Putri," kata c mbak.

Baca Juga: Dibongkar Istri, Virgoun Ngaku Selingkuh dan Berhubungan Asusila dengan Wanita Lain

Mbak tersebut menyesal karena Bima telah mengatakan Megawati dengan sebutan Ibu Janda, dalam videonya.

"Dah ketebak dah, lagian disuruh ngomong sama ibu janda satu itu, loe nurut," ucap Bima seperti ditayangkan dalam Smaert Video.

Menanggapi itu, c mbak menyayangkan anak muda yang cerdas, pintar, dan kreatif, sekolahnya di luar negeri, ternyata punya atitude (sikap) seperti ini.Imbuhnya.

"Aku tidak mempermasalahkan kritikanya sana- sini, namun penggunaan suku kata penting bagi saya," ujar c mbak.

Dia menyebutkan pengunaan suku kata Bima dalam mengexpresikan kritikan itu salah.

"Dan sangat salah besar, dan patal menurut saya," ujar c mbak.

Seharusnya Bima, kata dia dapat menjadi contoh, karena yang menonton cuitanya bukan hanya orang dewasa, namun semua kalangan.

"Jangan sampai anak-anak di Indonesia mengganggap bahsa seperti itu biasa saja dan boleh di tiru," kata c mbak.

C mbak menyayangkan sikap Bima, sangat kurang, dan menjadi sangat menyesal karena telah mendukung Bima selama ini.(*)

Load More