SUARA GARUT - Aksi premanisme kembali terjadi di Santolo Garut. Kali ini Polisi yang jadi korbannya.
Mata sebelah kiri Anggota Sat Polairud Polres Garut dikeroyok tiga pemuda mabuk di objek wisata Santolo, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Anggota Polisi yang dianiaya tiga preman mabuk tersebut diketahui bernama Brigadir RA (28).
Aksi pengeroyokan tersebut bermula saat Brigadir RA melakukan pengamanan terhadap tiga pemuda mabuk yang membuat keributan di objek wisata Santolo.
"Jadi awalnya anggota yang bertugas bermaksud mengamankan tiga pelaku yang membuat onar. Namun mereka malah melawan dan mengeroyok korban," kata Kepala Polsek Cikelet Iptu Usep Heryaman, Selasa (25/4/2023).
Akibat pengeroyokan itu, kata Usep, Brigadir RA mengalami luka lebam dibagian mata kirinya akibat pukulan dari para pelaku.
Menurut Kapolsek, kini ketiga pelaku yang diketahui berinisial AA (19), RE (21) dan DL (28) telah berhasil ditangkap dan diamankan di Mapolsek Cikelet.
"Peristiwa keributan terjadi sekira pukul 18.15 WIB saat korban mengamankan keributan," katanya.
Saat ini, kata Usep, pihaknya sedang mengintrogasi tiga pelaku guna dimintai keterangan terkait motifnya menganiaya Anggota Polisi yang sedang bertugas.(*)
Baca Juga: KIB Berpeluang Bubar, Pasca Pencapresan Ganjar Pranowo Oleh PDIP, Sebabnya Ini
Berita Terkait
-
Dadang Buaya Berulah Lagi, Kali ini Bacok Dua Warga Pameungpeuk Garut Hingga Terkapar. Begini Kronologinya
-
Jalan Garut - Tasik Tertimpa Longsor di Kawasan Kutawaringin, Arus Lalu Lintas Sempat Terhambat, Cek Kondisinya Sekarang
-
Seorang Anak Tewas Tenggelam di Sungai Cipangisian Cibalong Garut, Kronologi Lengkapnya Seperti ini
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026