SUARA GARUT - Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudoyono (AHY) menyebutkan sistem Demokrasi Indonesia saat ini mengalami kemunduran.
Pernyataan tersebut dilontarkan Ketum Demokrat AHY, saat mendampingi Ketum Golkar Airlangga Hartarto menemui Susilo Bambang Yudoyono (SBY) di Cikeas Bogor, Pada Sabtu, (29/04/2023).
Dalam membuka Konfrensi Pers, AHY mengatakan bertempat di perpustakaan Cikeas milik SBY, kedua partai berbeda posisi itu melakukan diskusi.
"Tadi kami melakukan diskusi di perpustakaan Cikeas, kedua partai yang memiliki kedaulatan dan indepedensi," kata AHY dikutif garut.suara.com dari pantauan bersama pada stasiun TV nasional.
Golkar dan juga Demokrat kata AHY dari waktu kewaktu melakukan kerja sama, dan tidak bisa melupakan kebersamaan sepuluh tahun saat pemerintahan SBY berkuasa.
"Tadi Diskusinya berjalan baik, walaupun tentu pa SBY yang sudah mandito Ratu, setelah selama tiga tahun day to day politiknya dijalankan oleh kami generasi muda di Partai Demokrat," ujarya.
Meski begitu, sambung AHY, SBY menyampaikan gagasan-gagasan besar, karena beliau terus terpanggil, dan ingin terus menghadirkan pemikiran-pemikiran, termasuk solusi yang baik untuk negeri kita.
Berbagai isu dan bagaimana perubahan yang ingin kita ingin menhadirkan perubahan yang lebih baik dari berbagai aspek.
Mulai dari, ekonomi, kesejahteraan, keadilan, hukum dan juga demokrasi.
Baca Juga: Rumah Orang Tua Ken Admiral Diteror, Dilempari Jeruk Purut hingga Bunga
"Cukup panjang kami membahas masalah demokrasi di Indonesia akhir-akhir ini," tandasnya.
Demokrasi di Indonesia akhir-akhir ini kata AHY mengalami kemunduran, dan juga menghadapi tantangan yang serius.
"Sistem Politik yang dicoba di otak-atik, untuk mengubah sesuatu yang sebetulnya tidak perlu di ubah," tegasnya.
Dia mencontohkan bagaimana sistem pemilu yang hingga saat ini masih menyisakan tanda tanya besar.
"Saya, dan Pa Air airlangga ketika itu berinisiatif, bersama para pimpinan parpol lainya, kita berkumpul di darmawangsa ketika itu," kata AHY.
Hingga saat ini kata AHY, Isu itu hingga saat ini belum jelas edningnya seperti apa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Sekda Banten 'Angkat Tangan' Hadapi Aturan UU HKPD: Tolong Bantu Kami Cari Solusi
-
Tanah Longsor di Sukalarang Renggut 1 Nyawa dan Hancurkan Rumah, Warga Diminta Waspada Musim Hujan
-
Motif Kades Lumajang Diserang Mulai Terungkap, Diduga Berawal dari Konflik Pengajian
-
IPB University Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Seksual: Sanksi Berat Menanti Pelaku