SUARA GARUT - Simpatisan dan kader Partai Koalisi Indonesia Bersatu diduga terpecah dalam pengusungan Calon Presiden.
Begitu juga dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang telah menyatakan mendukung Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden.
"Dukungan dari Grassroot cukup banyak, kita liat dari PPP, Golkar dan PAN, hadir mengikuti acara Pak Anis," ujar Ketua Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Garut, Helmi Budiman, Senin, 1 Mei 2023, usai acara kunjungan Anis Baswedan.
Menurut Wakil Bupati Garut ini, keinginan untuk mencalonkan Anis dari bawah cukup tinggi meskipun di kalangan elit di KIB berbeda pilihan. Kondisi ini pun tidak akan jauh berbeda dengan di daerah lainnya.
Karena itu potensi kemenangan Anies pada pemilihan presiden nanti cukup tinggi. "Grassroot ini bisa jadi modal mendulang suara diluar partai pendukung," ujar Helmi.
Hal senada pun diungkapkan Ketua Forum Ka'bah Membangun (FKM) Habil Marati. Menurut dia forum yang dibentuk ini merupakan wadah bagi para kader, simpatisan dan konstituen PPP yang tidak sejalan dengan kebijakan partai.
"KIB itu dirancang PPP untuk menjegal Anis menjadi Presiden," ujar Habil Maranti dalam acara Doa Bersama Anis Baswedan di Gedung Intan Balarea, Garut.
Penjegalan itu dilakukan karena Anis merupakan sosok pemimpin yang jujur dan bersih. Selain itu, keberhasilan dalam memimpinnya pun dapat dilihat dari pembangunan di DKI Jakarta. (*)
Editor: Farhan
Baca Juga: Tambah Kekuatan Lini Tengah, PSS Sleman Resmi Datangkan Wahyudi Hamisi
Berita Terkait
-
Capres Anies Baswedan Terpesona Melihat Gagahnya Domba Garut, Mendorong untuk Terus Dilestarikan
-
Sekilas Profil Airlangga Hartarto, Ketum Golkar Disebut Berpotensi Jadi Cawapres Anies
-
Anggota Dewan dan Caleg Hingga Wartawan Jadi Target Maling dalam Kunjungan Capres Anies Baswedan di Garut, ini Barang yang Jadi Targetnya
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Bukan Sekadar Nama! Ini 8 Julukan Unik Timnas Peserta Piala Dunia 2026
-
Kapal Mulai Keluar Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Generasi Muda Makin Ramai Masuk Bisnis Waralaba, Mengapa Sektor F&B hingga Ritel Jadi Favorit?
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Lolos dari Lubang Jarum, Ekuador Tebas Jerman dan Melaju ke Babak 32 Besar
-
LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar
-
Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan
-
Makan Siang Terakhir di Coban Gede: Keriangan 9 Pelajar SMKN 1 Gempol Berujung Tragedi
-
Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna: Teman Teduh Memeluk Kerapuhan