SUARA GARUT - Warga Cibatu dihebohkan dengan laporan kasus sodomi yang dilakukan oleh dua remaja terhadap anak-anak yang jumlahnya mencapai 10 orang.
Orang tua korban inisial U mengaku ada 10 orang anak yang menjadi korban sodomi seperti anaknya.
"Mereka semua tidak berani maju ke ranah hukum. Namun sempat berkoordinasi dengan saya," kata orang tua korban kepada media, Kamis (4/5/2023).
Orang tua korban, pelaku yang terdiri dari dua orang karena mereka anak kembar melakukan perbuatannya tidak hanya satu kali.
"Pernah dilakukan di kuburan, rumah bahkan di belakang masjid," kata orang tua korban.
Para pelaku menjalankan aksinya dengan cara mengiming-imingi korban dengan mainan layangan dan kemiri.
"setelah korbannya dekat lalu dipaksa melakukan perbuatan itu," ujarnya.
Informasi dihimpun garut.suara.com, sebenarnya peristiwa itu terjadi pada 2021 lalu. Namun kasusnya mencuat setelah orang tua korban melapor ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Serikat Petani Pasundan (SPP).
Ketua LBH SPP, Yudi Kurnia mengatakan dirinya menerima adua dari orang tua korban yang telah melaporkan adanya kasus sodomi yang dilakukan dua tersangka.
Baca Juga: Inara Rusli Minta Maaf ke Tenri Anisa, Netizen: Kamu Enggak Salah
"Orang tua korban mengadu kepada kami karena ada intimidasi dari keluarga pelaku. Kita dampingi hingga persoalan hukumnya tuntas," kata Yudi Kurnia.(*)
Berita Terkait
-
Sea Games Kamboja 2023, Tiga Atlet Pencak Silat Garut Ikut Berlaga
-
Museum RAA Adiwidjaja Garut Selenggarakan Lomba Cerdas Cermat 'Murid Nomor Wahid', Catat Waktu dan Materi Perlombaan!
-
Hilangkan Penat dan Bersantai di 5 Objek Wisata Pantai di Garut, Bisa Lihat Matahari Terbit dan Terbenam dengan Sempurna
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Jokowi Mulai Keliling Indonesia, Lampung Jadi Tujuan Pertama, Ada Agenda Apa?
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY