SUARA GARUT - Selama masa libur Lebaran 2023, destinasi wisata di Jawa Barat menjadi buruan para wisatawan.
Dari sekian banyak destinasi wisata di Jawa Barat, ternyata pantai Pangandaran masih menjadi obyek destinasi primadona pengunjung.
Secara geografis daerah ini berdekatan dengan wilayah Jawa Tengah sehingga menyumbang kunjungan wisatawan.
Dilansir dari Antaranews,menurut Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Ani Widiani tercatat sekitar 600 ribuan kunjungan wisatawan ke destinasi wisata di Jawa Barat. Dari sisi kapasitas 70 persen dari destinasi wisata dan ada yang melonjak.
Rinciannya antara lain 118.670 orang kunjungan ke Pantai Pangandaran. Termasuk pantai Batu Karas yang masih wilayah Pangandaran yaitu sebanyak 31.000 orang.
Urutan kedua menurut Disparbud Jabar, tingkat kunjungan wisata terbanyak adalah destinasi wisata di wilayah Bogor.
Kunjungan ke Kebun Raya bogor sebanyak 46.000 orang, dan Taman Safari menyumbang 23.000 orang.
Selanjutnya Kabupaten Subang,sebanyak 40.000 orang pengunjung disumbang dari destinasi wisata Sari Ater.
Selain itu,menurut Ani Widiani, wilayah Bandung Raya juga menjadi menjadi primadona kunjungan wisatawan saat libur Lebaran 2023.
Kabupaten Bandung Barat, menyedot banyak wisatawan. Floating Market masih diminati pengunjung,terbukti dengan jumlah kunjungan 16.000 orang. Sedangkan untuk area Lembang sendiri tercatat ada sekitar 15.000 orang,jadi masih lumayan banyak.
Baca Juga: Saat Manchester United Tiru Persija: Garang di Kandang, Loyo di Tandang
Mengenai segmentasi kunjungan ke destinasi Jabar kebanyakan berasal dari area DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Namun ada juga wisatawan lokal yang melakukan aktifitas wisata di area kota saja.
Sementara itu, kunjungan wisatawan ke Garut menurut Kadisparbud Garut Agus Ismail, tahun ini tidak lebih tinggi dari momen lebaran tahun lalu.
Untuk destinasi Situ Bagendit tercatat kunjungan wisatawan sebanyak 4000-5000 orang per hari.
Hal ini menurut Agis, panggilan akrab pria tersebur, karena wisatawan sudah tidak aneh lagi dengan Bagendit sejak dibukanya setahun yang lalu.
" Dulu,ketika awal dibuka pasca Covid, destinasi wisata Situ Bagendit sampai membludak,euforia luar biasa, dan sekarang sudah banyak yang tahu dan berkurang," ungkapnya. (*)
Editor: Farhan
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Hasil Jepang vs Tunisia: Samurai Biru Mudah Cetak Gol Kilat di Babak Pertama
-
Berjuang Hingga Dini Hari, Ojol di Makassar Ungkap Pahitnya Data Pertumbuhan Ekonomi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut
-
Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan
-
Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Kiper Curacao Eloy Room Pernah Juara Piala KNVB Bareng Kevin Diks
-
Piala Dunia dan Gen Z: Ketika Sepak Bola Menjadi Gaya Hidup Sementara
-
Blu-ray Drakor Perfect Crown Dibatalkan, Imbas Dugaan Distorsi Sejarah
-
Pria Tega Perintahkan Istri Buang Bayi Masih Diburu Polisi