News / Nasional
Rabu, 06 Mei 2026 | 18:18 WIB
Dua Pekerja Rumah Tangga (PRT) berinisial I (26) dan D (18) melompat dari lantai empat rumah di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat. [Suara.com/Dinda]
Baca 10 detik
  • Polisi menetapkan pengacara Adriel Viari Purba sebagai tersangka dalam kasus kekerasan terhadap dua pekerja rumah tangga di Jakarta.
  • Dua tersangka lain yakni T dan WA telah ditahan bersama Adriel atas peran mereka dalam perekrutan serta penyiksaan korban.
  • Peristiwa melompat dari lantai empat rumah kos tersebut mengakibatkan satu pekerja rumah tangga berinisial R tewas dan D terluka.

Suara.com - Polisi mengungkap sosok majikan dua pekerja rumah tangga (PRT) berinisial R (15) dan D (30) yang sebelumnya melompat dari lantai 4 rumah kos di Bendungan Hilir.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra membenarkan bahwa majikan kedua PRT tersebut merupakan seorang pengacara bernama Adriel Viari Purba.

"Iya (sosok majikan pengacara Adriel Viari Purba)," kata Roby Heri saat dihubungi wartawan, Rabu (6/5/2026).

Saat ini, Adriel Viari Purba telah ditetapkan sebagai tersangka usai pihak kepolisian melakukan gelar perkara.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengungkapkan telah menetapkan tiga orang tersangka.

Ketiga tersangka itu yakni AV (Adriel Viari Purba), T alias U, dan WA alias Y. Budi menyebut mereka telah ditahan di Mapolres Metro Jakarta Pusat.

“Penyidik bergerak secara profesional dan cepat. Tersangka T dan WA telah ditahan sejak 29 April 2026, sementara tersangka AV menyusul ditahan pada hari ini, 5 Mei 2026. Penahanan dilakukan guna kepentingan penyidikan lebih lanjut,” kata Budi dalam keterangannya, Rabu.

Tersangka AV diketahui merupakan majikan yang diduga mempekerjakan korban R sejak November 2025 hingga April 2026. Sementara itu, tersangka T dan WA berperan dalam proses perekrutan korban sebagai pekerja rumah tangga (PRT).

"Kami memastikan penanganan perkara ini dilakukan secara transparan dan tuntas. Para tersangka disangkakan dengan Pasal 446 KUHP, Pasal 455 KUHP, serta Pasal 76I jo Pasal 88 Undang-Undang Perlindungan Anak," jelasnya.

Baca Juga: Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus 'Majikan Sadis' di Benhil, Ini Perannya!

Akibat insiden ini, seorang PRT berinisial R tewas dalam peristiwa tersebut. Sementara D mengalami luka patah tangan setelah melompat dari lantai 4 rumah indekos.

Load More