SUARA GARUT - Ajaran Islam dibangun atas dasar pondasi akidah dan akhlak. Layaknya sebuah bangunan maka perlu adanya pondasi yang kuat untuk memperkokoh bangunan yang bernama Islam.
Salah satu akidah yang pokok adalah akidah tauhid. Yaitu suatu konsep teologi dalam Islam dalam meyakini keesaan Allah dalam segala sesuatu hal.
Istilah tauhid secara bahasa menurut Syaikh Muhammad Al Utsaimin adalah bentuk mashdar dari wahhad, yaitu menjadikan sesuatu itu satu.
Sedangkan istilah tauhid menurut syariat adalah mengesakan Allah dengan sesuatu yang khusus baginya.
Tauhid dibagi menjadi tiga bentuk, yaitu sebagai berikut:
1. Tauhid Rububiyah
Yaitu meyakini keesaan Allah dalam hal penciptaan dan kepemilikan dan pengurusannya.
Secara sederhana bahwa semua manusia wajib memiliki keyakinan bahwa segala sesuatu di sekitar kita adalah ciptaan Allah dan Allah lah. sebaik-baik penciptan.
Jadi manusia baik beriman Islam atau tidak seharusnya meyakini bahwa Tuhan yang menciptakan segala sesuatu adalah Allah. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Ali Imran :189 ," Kepunyaan Allah lah kerajaan langit dan bumi"
2. Tauhid Uluhiyah
Tauhid uluhiyah mengesakan Allah dalam segala peribadahan,bahwa yang berhak disembah dan diibadahi adalah Allah. Maka tauhid Uluhiyah juga disebut tauhid ibadah. Kata uluhiyah dinisbatkan kepada kata ilahi yaitu Allah.
Baca Juga: Dirlantas Polda Metro: Pelat Dinas Polri Yang Dipakai Koboi Jalanan Palsu
Istilah ibadah sendiri menurut Ibulnu Taimiyah adalah yang pertama dari kata at-taabud yang berarti ketundukan kepada Allah dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan.
Yang kedua arti ibadah adalah al mutta 'abbd bih, yaitu apapun yang dicintai Allag dan diridhoinya,baik perkataan, perbuatan yang dzahir maupun batin.
Contohnya bentuk ibadah muslim yang dzahir adalah sholat, sebagai bentuk ketundukan dan ketaatanya kepada Allah.
Maka orang yang melaksanakan sholat dengan ikhlas semata-mata mengharap ridhonya,dia tengah menegakkan tauhid uluhiyah.
3. Tauhid Asma Wa Sifat
Yaitu meyakini keesaan Allah dalam segala nama dan sifat yang dimiliki Allah yang telah ditetapkan Allah bagi diriNya.
Konsekwensi Tauhid Asma dan Sifat ini adalah pertama, menetapkan seluruh asma dan sifat bagi Allah,seperti nama-nama Asma Ul Husna dalam Alquran juga yang tersebut dalam Sunnah Rasulullah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
6 Eyeliner Smudgeproof di Bawah Rp50 Ribu: Bebas Transfer, Anti Bleber!
-
Saksikan Gelaran Perdana: Kejuaraan Berkuda IHR Piala Raja Mangkunegaran, Kings Cup Series
-
Ringan dan Terjangkau! 5 Moisturizer Ini Cocok untuk Semua Jenis Kulit Remaja
-
Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut
-
Imigrasi Sumut Kedepankan Pencegahan TPPO dan Pengawasan Orang Asing
-
Persib Tak Pernah Kalah dari Persija Selama 3 Tahun, Bojan Hodak Pede Menang di Samarinda
-
Ammar Zoni Gandeng Pengacara Baru, Siap Ajukan PK atas Vonis 7 Tahun
-
Bukan Minimarket Biasa: Rahasia Mematikan dalam A Shop for Killers
-
Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi
-
Menjaga Sungai dari Hulu ke Hilir: Cerita Pusur Institute Ajak Anak Muda Rawat DAS Pusur di Klaten