SUARA GARUT - Belum lama ini, empat kementerian pada kabinet Indonesia Maju menggelar pertemuan membahas permasalahan tenaga honorer.
Dalam pertemuan kolaborasi itu, dua menteri absen dan diwakilkan stafnya.
Menteri Dalam negeri dan Menteri Keunagan berhalangan hadir dalam membahas persoalan penuntasan honorer tersebut.
Pertemuan yang di inisiasi KementerianPANRB tersebut berawal dari pihaknya tengah mencari solusi penuntasan hoorer.
Pasalnya, sesuai regulasi yang ada, per 28 November 2023, tenaga honorer harus dihapus.
Padahal dalam berbagai kesempatan, Menteri Abdullah Azwar Anas menyampaikan tidak akan melakukan PHK massal.
Namun, tidak akan membebani anggaran baik APBN maupun APBD dalam persoalan gaji mereka nantinya.
Prinsip yang ditawarkan Menteri Anas itu, tampaknya hingga kini, bagaikan misteri yang belum terpecahkan.
Menurut Menteri Anas, per 1 Mei 2023, usulan formasi guru PPPK baru sebanyak 266,560 formasi.
Baca Juga: Lagi Sibuk Banget! Megawati Ngaku Punya Tugas Cari Cawapres untuk Ganjar di Pilpres 2024
Sementara itu, arahan Presiden Joko Widodo, agar masalah yang berkaitan dengan dasar, salah satunya guru dan tenaga kesehatan harus segera dituntaskan.
Menteri Nadim Makarim, mengaku saat ini pihaknya masih mencari cara dalam percepatan penyelesaian tenaga honorer.
"Saya mendorong pemerintah daerah untuk mengusulkan secepatnya terkait formasi guru sesuai kebutuhan," kata Menteri Nadim, dikutif garut.suara.com dari JPNN.
Harapanya kata Menteri Nadim, agar semakin banyak guru honorer yang layak menjadi ASN PPPK.
"Kebutuhan guru di daerah harus segera terpecahkan, agar trealisasi secara efisien," kata Menteri Nadim.
Sementara Wakil Menteri Keuangan Suhasil Nazara, menyebutkan pertemuan itu terkait kebutuhan anggaran pendidikan yang memungkinkan dapat disediakan untuk guru.
Menurut Suhasil, karena di daerah sudah ada Bantuan Oprasional Sekolah (BOS), maka penting mencari tahu lagi bagaimana solusi yang tepat.
Suhasil menegaskan hal itu, untuk memenuhi kebutuhan guru di sekolah-sekolah.
Langkah selanjutnya, yaitu, mencari formulasi serta solusi terbaik sehingga semuanya dapat berjalan dengan baik. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan