/
Kamis, 11 Mei 2023 | 15:30 WIB
Dedi Mulyadi out dari Partai Golkar apakah berpengaruh terhadap keinginan Airlangga Hartarto untuk mendampingi Prabowo di Pilpres 2024? (Foto: suara.com)

SUARA GARUT - Dinamika politik di Partai Golkar memanas jelang detik-detik akhir perhelatan besar Pemilu 2024 yang akan datang.

Kondisi internal Partai Golkar yang digembor-gemborkan solid namun kenyataannya tidak. Hal tersebut terbukti dengan pengunduran politisi senior Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Mundurnya Dedi Mulyadi tentunya semakin mengurangi dayatawar Golkar di Jawa Barat sehingga kemungkinan besar akan mengikis harapan terakhir Airlangga Hartarto untuk mendampingi Prabowo di Pilpres 2024.

Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat Ace Hasan Syadzily koar-koar jika di internal Partai Golkar solid.

"Sampai sekarang Partai Golkar tetap solid mengusung Airlangga Hartarto yang akan maju di Pilpres 2024," katanya.

Namun dalam perjalanannya, Airlangga Hartarto tidak memiliki peluang untuk menjadi Capres dan memilik untuk menjadi Cawapres Prabowo.

Belakangan ini, dalam proses pembentukan koalisi besar antara KIB dan KIR Partai Kebangkitan Bangsa malah merekomendasikan Airlangga Hartarto menjadi Ketua Tim Pemenangan Prabowo dan Cak Imin.

Negosiasi itulantas dibantah Nusron Wahid. Menurutnya, dalam proposal koalisi besar Partai Golkar tetap mengusung Prabowo sebagai Presiden dan Airlangga Hartarto sebagai wakilnya.

Namun menurutnya, usulan tersebut harus disetujui oleh PKB dan PAN.

Baca Juga: Netizen Heboh Habib Jafar Mau Nonton Konser Coldplay: Habib Juga Manusia

Munculnya polemik di internal Golkar dengan mundurnya Dedi Mulyadi tentunya akan menyulitkan langkah Golkar untuk mengusung Airlangga Hartarto sebagai wakil Presiden.

Kehadiran Dedi Mulyadi di internal Golkar tentunya sangat penting mengingat basis massanya sangat jelas di rasakan di Jawa Barat.

Apalagi saat ini Dedi Mulyadi juga aktif di media sosial yang tentunya memiliki jutaan pengikut setianya.(*)
 

Editor: Farhan

Load More