SUARA GARUT - Lahirnya Undang-undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) Nomor 5 Tahun 2014, ternyata menjadi cikal bakal terbentuknya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Disamping itu, adanya transisi kepemimpinan dari Susilo Bambang Yudoyono ke Presiden terpilih Joko Widodo saat itu, turut mewarnai proses rekrutmen honorer menjadi ASN.
Penghapusan istilah honorer dalam peta kepemimpinan Joko Widodo, dipertegas dengan lahirnya UU ASN Nomor 5 Tahun 2014.
Pengangkatan Honorer menjadi PNS yang diatur oleh PP Nomor 56 Tahun 2012, menjadi berubah secara total, dampak terbitnya UU ASN Nomor 5 Tahun 2014.
Kepala BKN periode 1999-2000, sekaligus Dosen UGM Prof Sofian Efendi mengenalkan istilah PPPK sebagai bagian dari profesi ASN.
Profesor Sofian Efendi yang dikenal selaku penggagas lahirnya PPPK kala itu, menginginkan adanya reformasi birokrasi dalam tata kelola kepegawaian di Indonesia.
Sebagai salah satu pencetus lahirnya UU ASN Nomor 5 Tahun 2014 itu berharap pemerintahan dapat lebih cepat menyesuaikan diri dengan tuntutan masyarakat.
"Masyarakat itu kan, berubah dengan cepat, karena dipengaruhi oleh teknologi, dan ekonomi," kata Prof Sofian Efendi, saat berbincang di acara talk show BKN.
Dimasa lalu, tugas-tugas pemerintahan terbatas hanya satu tipe pegawai yakni PNS, saat itu terjadi kekosongan jabatan fungsional tertentu.
Baca Juga: Kenali dengan Baik, Ada 5 Skincare Abal-abal Versi dr Richard Lee MARS Terlaris di Pasaran!
Dia mencontohkan terjadinya kekurangan jabatan guru besar yang memenuhi kualifikasi standar kelas Dunia, termasuk jabatan guru yang lebih profesional.
Untuk mengisi profesi ASN PPPK, harus disiapkan pegawai yang profesional, dan cerdas memiliki visi ASN kelas Dunia.
Misalnya kata Prof Sofian, untuk menutupi kekurangan jabatan guru besar, banyak lulusan luar Negeri yang berprestasi.
Mereka, kata Prof Sopian lebih qualified diangkat sebagai guru besar berstatus ASN, untuk menutupi kekurangan guru besar di indonesia kala itu.
"Bisa mengisi kekurangan ribuan guru besar di Indonesia, secara kontrak di gaji dari APBN," cetusnya.
Begitu idenya dulu, membentuk PPPK, mempercepat kualitas dan butuh SDM pemerintahan yang diperlukan semakin modren.
Berita Terkait
-
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata Bocorkan Nasib Husein Ali, Pasca Mengurungkan Niatnya Mundur dari ASN, Begini Katanya
-
Humas BKN Umumkan Ribuan Peserta Seleksi ASN PPPK, Mengundurkan Diri, Meski DRH NI PPPK Sedang Berproses, Kenapa Ya?
-
Kornas P2G Satriawan Salim Sebut Negara Darurat Guru ASN, Ditengah Anggaran Pendidikan Melonjak Naik: Masih Enggan Rekrut Guru PNS
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Empang Baru Melaju sebagai Desa Produktif Berbasis Kolaborasi dan Inovasi
-
Sinergi Warga dan BRI Bawa Desa Empang Baru Kian Berdaya Saing
-
Ekosistem Usaha Terintegrasi, Empang Baru Jadi Desa Ekonomi Mandiri
-
Sentuhan Program Desa BRILiaN Percepat Kemajuan Empang Baru
-
Desa Empang Baru Perkuat Ekonomi Lewat Bantuan BRI dan Digitalisasi Keuangan
-
BUMKam Mekar Sari Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa Empang Baru
-
Dari Ting Ting Jahe hingga Kerambah Apung, Empang Baru Kian Produktif Bersama BRI
-
Kolaborasi dan UMKM Dorong Kebangkitan Ekonomi Desa Empang Baru
-
Desa Empang Baru Tumbuh Dinamis Lewat Ragam Usaha dan Kolaborasi Warga
-
Terus Bergeliat, Pemberdayaan BRI Ungkit Perekonomian Desa Empang Baru