SUARA GARUT - Kordinator Nasional (Kornas) Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriawan Salim, menyebutkan meski anggaran Pendidikan Tahun 2023 dinilainya naik, namun Negara masih enggan merekrut guru ASN PNS.
Dilansir garut.suara.com dari halaman JPNN, pada Jumat, (12/05/2023), saat ini pemerintah tengah gencar-gencarnya melakukan rekrutmen ASN PPPK.
Kornas P2G, Satriawan Salim mempertanyakan komitmen pemerintah saat Negara mengalami darurat pendidik atau guru.
Dihimpun garut.suara.com dari berbagai sumber, hasil pendataan BKN terhadap jumlah honorer, saat ini berjumlah 2,3 juta orang.
Sedangkan kebutuhan guru ASN kata Satriawan mencapai 1,3 juta orang.
Satriawan menegaskan anggaran pendidikan selalu mengalami kenaikan tiap tahun, termasuk ditahun 2023 mencapai angka sebesar 612 triliun rupiah, naik 5,8 persen dari tahun sebelumnya.
"Tahun 2023, alokasi anggaran pendidikan dalam APBN sebesar 612 triliun rupiah, naik 5,8 persen dari sebelumnya sebesar 574,9 triliun rupiah," ucap Satriawan dikutip dari JPNN.
Namun dia menyayangkan, pemerintah masih enggan merekrut guru ASN PNS, "Ini menunjukan sebuah ambivalensi dalam bersikap," kata Satriawan.
Satriawan Salim menilai rekrutmen guru ASN PPPK belum menjawab kebutuhan guru secara nasional, sebaliknya justru menyisakan persoalan berlarut-larut.
Baca Juga: Gaji Kepala BKPSDM Pangandaran Cuma Rp 3 Jutaan per Bulan, Kok Hartanya Sampai Rp 5 Miliar?
Dia mencontohkan terdapat 62,645 guru prioritas satu (P1), yang belum mendapatkan formasi.
Selanjutnya, ada 3,043 guru P1 yang dibatalkan penempatanya secara sepihak oleh Kemendikbudristek.
Kemudian dia menilai, program satu juta guru PPPK masih terealisasi sebanyak 550 ribu.
Terakhir, masih ada guru PPPK yang gajinya tak kunjung dibayarkan berbulan-bulan, seeprti di Papua, Serang, dan Bandar Lampung.
"Sulit dibayangkan, ada guru sudah lulus tes, tapi tak kunjung dapat formasi, hingga harus menunggu dua tahun. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?