SUARA GARUT - Menjadi pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), untuk sebagian khalayak masyarakat Indonesia memang belum begitu familiar.
Tidak dapat dipungkiri, mayarakat masih familier hanya dengan, honorer dan PNS, bahkan tidak jarang PPPK kerap kali disebut sebagai Non ASN.
Sebutan tersebut memang telah mengakar dikalangan masyarakat khusunya bagi mereka yang tidak terkait dengan birokrasi atau instansi pemerintah.
Namun meski begitu, ternyata ada juga sebagian kalangan PPPK yang megaku dirinya bagian dari PNS.
Atau bahkan ada juga, yang bangga dengan status barunya sebagai pegawai PPPK.
Pembaca garut.suara.com, istilah PPPK sebenarnya diperkenalkan oleh seorang profesor yang sempat menjadi Kepala BKN diera pemerintahan Suharto.
Dia, adalah salah seorang penggagas lahirnya UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Siil Negara (ASN) Prof Dr.Sofian Efendi.
Menurut Prof Sofian Efendi, PPPK merupakan bagian dari profesi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Jadi salah besar jika, ada khalayak yang menyebut PPPK adalah non ASN.
Baca Juga: Anak Ari Wibowo Benarkan Inge Anugrah Punya 'Pria Idaman Lain': Mami Sudah Mengaku
Akan tetapi, akan tidak benar jika seorang PPPK mengaku bagian dari Pegawai Negeri Sipil (PNS).
PNS dan PPPK, keduanya merupakan ASN yang diatur oleh dua Peraturan yang berbeda terkait manageman keduanya.
Namun perlu diingat, PPPK kata Prof.Sofian, bukan disiapkan sebagai solusi dalam penuntasan masalah honorer semata.
Namun sejatinya, intisari dari lahirnya PPPK, pemerintah ingin menlahirkan seorang ASN yang memiliki Visi Dunia, seperti halnya di Singapura.
Melahirkan seorang ASN yang handal, profesional tentu tidak cukup jika, terkait kesejahteraanya masih jauh mendekati kata sempurna.
Bahkan belakangan masih saja ada Pemda yang ingin merubah pembayaran gaji ASN PPPK dengan sistem Salary Range.
Tentu hal tersebut sangat bertolak belakang dengan latar belakang lahirnya UU ASN Nomor 5 Tahun 2014, dan cita-cita luhur penggagas PPPK yakni Prof.Sofian Efendi. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
3 Zodiak yang Beruntung dan Punya Nasib Baik 12 Agustus 2026, Keinginan akan Terwujud
-
Total 3 WNI Jadi Korban Serangan Bom Drone Houthi Yaman di Selat Bab Al Mandeb
-
ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb
-
WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi