SUARA GARUT - Tidak lama lagi pemerintah pusat akan membuka seleksi ASN PPPK, guna memenuhi kebutuhan pegawai tahun 2023.
Dalam seleksi ASN PPPK 2023 tersebut, akan diikuti oleh guru P-1, hingga P-4, setelah mengikuti registrasi pada portal sscasn.bkn.go.id.
Proses seleksi untuk PPPK guru 2023, dibuka dengan beberapa cara, yakni ada yang mengikuti seleksi penempatan, namun ada juga yang terlebih dahulu tes CAT UNBK, bahkan tes sebagaimana pelamar umum.
Untuk guru honorer yang masuk kategori P-2, dan P-3, diharuskan mengikuti tes CAT UNBK, jika ingin memiliki kesempatan diangkat sebagai ASN PPPK.
Meski pada seleksi PPPK guru 2022, telah memenuhi passing grade, melalui penilain observasi, namun statusnya tanpa penempatan maka yang bersangkutan dinyatakan tidak lulus.
"Guru P2, P3, yang tidak mendapat penempatan di seleksi PPPK guru 2022, maka dinyatakan tidak lulus, dan harus ikut kembali tes seperti biasa," kata Prof Nunuk dipantau dari chanel YouTube calon guru.
Namun menurut Prof Nunuk tes yang akan diikuti guru P-2, dan P-3 akan berbeda dengan pelamar umum lainya.
Perbedaan tersebut terletak pada jenis soal yang akan diujkan pada pelamar.
Guru P-2 dan P-3 tanpa penempatan yang dinyatakan tidak lulus akan mengikuti tes CAT UNBK, terkait dengan soal-soal observasi.
Baca Juga: 'RESMI' Timnas Indonesia akan Hadapi Tim Argentina Juara Piala Dunia 2022
Tidak lulusnya guru P-2, dan P-3 yang mengikuti tes observasi tersebut karena diterapkan sistem perengkingan.
Dengan begitu, Prof Nunuk Suryani dengan tegas menyatakan mereka akan mengikuti tes CAT UNBK. (*)
Berita Terkait
-
Tuntaskan Masalah Honorer Sebelum 28 November 2023, Begini Komitmen Pemerintah Pusat Kata Dirjen GTK Prof Nunuk Suryani
-
Tiga Penyebab 68,709 Formasi ASN PPPK Guru 2022 Kemendikbudristek Tidak Terserap, Begini Strategi Prof. Nunuk Suryani
-
Upaya Penuhi Target 600 Ribuan Guru ASN PPPK 2023, Dirjen GTK Prof Nunuk Suryani Mulai Dekati Pemda, Hasilnya Begini
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Senin Terasa Berat Setelah Libur Panjang? Ini Fenomena Bare Minimum Monday yang Lagi Viral
-
Utang Puasa atau Syawal Dulu? Ini Jawaban Ulama yang Banyak Dicari Umat Muslim
-
Tren Baru Pasca Lebaran: Loud Budgeting, Cara Jujur Ngaku Lagi Bokek Tanpa Malu
-
Hingga Malam Ini, 1,1 Juta Pemudik Padati Bakauheni, Kendaraan Ikut Melonjak
-
PP Tunas Mulai Diterapkan, Banyak Kasus Anak Berawal dari Medsos Tanpa Pengawasan
-
Sinopsis Film Emmy, Angkat Kisah Emmy Saelan: Pahlawan Perempuan Makassar
-
ASN Jawa Timur Resmi WFH Setiap Hari Rabu, Kenapa Pilih di Tengah Pekan Ya?
-
Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
-
Dari Nostalgia Rasa ke UMKM Sukses, D'Kambodja Heritage Tumbuh Bersama Dukungan BRI
-
Menghidupkan Kenangan Lewat Rasa, D'Kambodja Jadi Ikon Kuliner Semarang Berkat Dukungan BRI