SUARA GARUT - Kemendikbudristek melaporkan banyak formasi di seleksi PPPK guru 2022 yang tidak terserap tahun ini, catatan dirjen GTK Prof Nunuk Suryani menyebutkan jumlahnya ada 68,709.
Menurut Prof Nunuk Suryani sisa formasi yang tidak terserap di akumulasikan dalam formasi PPPK guru 2023.
Pantauan garut.suara.com dari halaman JPNN, pada Sabtu, (21/05/2023), setidaknya ada tiga penyebab formasi tersebut menjadi tidak terserap yaitu:
1. Formasi tersedia namun tidak ada yang melamarnya.
Prof Nunuk mengatakan wilayah timur Indonesia menempati urutan tertinggi terkait hal tersebut.
2. Lulusan pelamar umum sangat minim
Catatan Kemendikbudristek, lulusan pelamar umum hanya mencapai 20 persen.
3. Jumlah formasi yang tersedia tidak sesuai dengan jenis mata pelajaran (mapel) pelamar.
Prof Nunuk menyebutkan setidaknya ada dua puluh mapel yang pelamarnya tidak sesuai, baik dari kalangan prioritas satu (P-1), hingga P-4 bahkan umum.
Baca Juga: Verawati Dan Suaminya Sempat Beda Keterangan Saat Bersaksi Di Sidang Penipuan Korban KSP Indosurya
Formasi untuk 20 mapel yang tidak terserap mencapai 64,177.
Adanya formasi yang tidak terserap kata Prof Nunuk akan di tambahkan pada formasi 2023 sehingga total kebutuhan formasi 2023 sebanyak 601,286. (*)
Berita Terkait
-
Khawatir DAU Tidak di Trasfer ke Daerah, 607 Guru lulus Passing Grade di Lamsel Terancam Batal Jadi ASN PPPK, Fulkan Gaviri Bilangnya Begini
-
Sebanyak 4 Orang ASN PPPK Guru Garut Memasuki BUP, Begini Cara PGPPPK Perjuangkan JHT, dari Taspen
-
Ingin Tahu Besaran JHT Yang Diterima ASN PPPK Guru Memasuki BUP, Simak Simulasinya Begini
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Kawasan Industri Anak Usaha Harita Group Bantu Kayong Utara Cetak Rekor Pertumbuhan Ekonomi
-
Trump Klaim Selamatkan 8 Perempuan Iran dari Tiang Gantungan, Teheran: Penyebar Hoax!
-
Mobil Sudah Berusia 10 Tahun? Segera Ganti 7 Komponen Ini Sebelum Terlambat
-
Pamer Rebus Mi di Kereta Pakai Panci Listrik, Penumpang Ini Langsung Ditegur Pihak KAI
-
Comeback Teater! Sooyoung Girls' Generation Bintangi The Merchant of Venice
-
Tentara Zionis Israel Bombardir Lebanon, 5 Warga Sipil Tewas Termasuk Seorang Jurnalis
-
Terpopuler: 5 HP All Rounder Terbaik di 2026 hingga HP POCO NFC Termurah
-
5 Sabun Mandi Batangan untuk Mencerahkan Kulit Tubuh yang Belang
-
Cara Cek Bansos April 2026 Online Pakai NIK KTP, Praktis Bisa Lewat HP
-
PTN Rakus Mencari Mahasiswa, PTS di Jogja Desak Pemerintah Revisi Sistem Penerimaan