SUARA GARUT - Penyebab terbakarnya Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an di Makassar Sulawesi Selatan yang terjadi pekan lalu tiga santri telah ditetapkan sebagai pelaku pembakaran.
Sepekan melakukan penyelidikan Polisi mengungkap penyebab kebakaran di Ponpes Tahfidzul Qur'an di Jalan Hertasning Makassar sudah masuk penyidikan.
"Ada tiga kejadian tanggal 9 tanggal 17 dan tanggal 18 Mei 2023 ini merupakan rangkaian kejadian yang sama," kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Mokhamad Ngajib kepada wartawan, Jumat (26/5/2023).
Menurutnya, dari hasil penyidikan diperoleh fakta bahwa ada tiga pelaku inisial MH inisial MF dan inisial Ma yang melakukan pembakaran terhadap barang yang ada di dalam Pondok Pesantren.
Dari hasil olah TKP, lanjutnya, kemudian pemeriksaan saksi-saksi dan juga pemeriksaan tersangka sehingga terdapat alat bukti bahwa adanya persesuaian antara keterangan tersangka dan juga barang bukti yang ada di TKP.
"Berdasarkan pada alat tersebut kita simpulkan bahwa telah terdapat cukup bukti bahwa ketiga pelaku itu telah melakukan tindak pidana dengan sengaja atau karena lalainya menimbulkan kebakaran," tandasnya.
Perbuatannya tiga santri tersebut dinilai dapat membahayakan bagi barang atau bagi nyawa orang.
"Untuk motifnya yaitu anak sebagai pelaku melakukan pembakaran karena merasa jenuh dibatasi untuk keluar dari asrama," ungkapnya.(*)
Baca Juga: Narji Bagikan Kabar Duka, Benjo eks Teamlo Meninggal Dunia
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi