- Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memaparkan rencana pembentukan 750 Batalyon Teritorial Pembangunan di seluruh kabupaten Indonesia selama lima tahun ke depan.
- Kehadiran batalyon bertujuan meningkatkan keamanan wilayah serta menekan angka kriminalitas jalanan melalui patroli rutin prajurit di berbagai daerah.
- Program ini memperkuat harmoni sosial, menghidupkan sistem keamanan lingkungan, serta menggerakkan ekonomi masyarakat melalui perputaran anggaran prajurit di daerah.
Suara.com - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memaparkan beragam manfaat strategis dari pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan di hadapan Komisi I DPR RI, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Ia menekankan bahwa kehadiran prajurit di tingkat kabupaten tidak hanya untuk kedaulatan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi keamanan dan harmoni sosial masyarakat.
Dalam rapat kerja tersebut, Sjafrie menjelaskan, bahwa revitalisasi pertahanan ini sempat membuat negara-negara di kawasan terkejut. Namun, ia menegaskan pentingnya pengawalan terhadap 514 kabupaten dan perbatasan dengan 11 negara.
“Saya perlu menjelaskan kepada kepada fraksi negara regional ada yang kaget untuk apa bikin 750 Batalyon selama lima tahun," kata Sjafrie.
Sjafrie menargetkan pembentukan 150 batalyon setiap tahunnya. Khusus untuk Pulau Jawa, ia memastikan seluruh kabupaten akan terkawal pada tahun 2026.
Salah satu manfaat paling krusial yang ia soroti adalah penurunan angka kriminalitas jalanan yang signifikan.
“Saya ingin sedikit menyinggung apa manfaat batalyon infanteri teritorial pembangunan. Apanyang kita lihat sebelum ada batalyon teritorial pembangunan. Tadinya di kabupaten tidak ada pasukan. Apa yang terjadi? Begal kriminal itu yang besar sekali," ungkapnya.
Kehadiran markas militer dan latihan rutin prajurit di daerah disebutnya terbukti ampuh memberikan rasa aman.
“Tapi setelah kita berada di situ membuat pangkalan dan pangkalan itu sudah jadi dengan latihan kemampuan dan sebagainya. Ini begal dan kriminal di situ yang tadinya minus sekian persen, menjadi plus kriminalnya hilang di atas 50 persen. Dan ini adalah tugas batalyon teritorial pembangunan dengan melakukan patroli keliling dengan kendaraan yang disiapkan oleh industri pertahanan baik itu kendaraan listrik maupun kendaraan non listrik," jelasnya.
Baca Juga: Menhan Sjafrie: Peradilan Militer Bisa Hukum Lebih Berat Pelaku Penyiraman Air Keras
Tak hanya menumpas begal, Sjafrie menjelaskan bahwa 1.190 personel dalam satu batalyon tersebut dirancang untuk menyatu dengan lingkungan sosial dan religi masyarakat setempat.
Ia mengungkapkan, banyak prajurit yang memiliki latar belakang pendidikan agama yang kuat.
“Penguatan terhadap lingkungan sosial, di kabupaten di kampung kampung ada masjid ada gereja, sedikit sekali pura , tapi prajurit kita yang satu batalyon itu 1.190 orang itu terdiri dari mereka meraka yang dari pesantren, dan bagaimana rohaniawan non muslim itu masuk ke gereja bersama sama masyakat, bersama sama dengan masyarakat adat di masjid bisa jadi khatib dan imam di masjid. Jadi masyakat mesra hangat dengan batalyon teritorial ini," tutur Sjafrie.
Selain itu, ia menyebut kehadiran batalyon ini menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling) yang sempat menurun.
Para prajurit juga aktif di bidang pendidikan dengan membantu mengajar di sekolah-sekolah lapangan.
Dari sisi ekonomi, Menhan memastikan anggaran untuk kehidupan prajurit akan berputar di daerah tersebut sehingga langsung menyentuh pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM).
“Kemudian dalam bidang ekonomi khususnya UKM terima kasih bapak bapak dan ibu ibu sekalian kepada kami, sehingga anggaran untuk kehidupan prajurit ini bisa dirasakan oleh rakyat," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Menhan Sjafrie: Peradilan Militer Bisa Hukum Lebih Berat Pelaku Penyiraman Air Keras
-
Menhan Soal Kasus Andrie Yunus di Peradilan Militer: Bisa Lebih Berat Hukumannya
-
Menhan Sjafrie: Seluruh Kabupaten di Jawa Dikawal Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di 2026
-
Menhan Sjafrie: Misi Kemanusiaan Gaza Tertunda Akibat Konflik AS - Iran
-
Blak-blakan di DPR, Menhan Sjafrie Ungkap Kronologi AS Minta Izin Lintas Udara RI
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kenakan Rompi Oranye KPK, Bupati Langkat Syah Afandin Bantah Sudah Tahu Ada OTT
-
KPK Ungkap Kronologi Penemuan Uang Rp100 Juta di Bawah Jok Mobil dalam OTT Bupati Langkat
-
Bupati Langkat Diduga Terima Gratifikasi Rp3,5 Miliar, dari Jual Beli Jabatan hingga Seragam Sekolah
-
Bupati Langkat Diduga Terima Suap Rp 800 Juta untuk Proyek di Disdik dan Disperkim
-
KPK Tetapkan Bupati Langkat dan Anggota Tim Suksesnya Jadi Tersangka Usai OTT
-
Dalam Open House, Gubernur DKI Jakarta Janji Carikan Lahan Tambahan untuk Sekolah Rakyat
-
Teringat Masa Lalu, Gubernur DKI Jakarta Terharu Saat Hadiri Open House Sekolah Rakyat
-
Jelang MPLS, Gus Ipul Ingatkan Kepala Sekolah Rakyat Siap Hadapi Fase Krusial
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik