SUARA GARUT - Eceng gondok (Pontederia Crassipes atau Eichornia Crassipes) adalah salah satu jenis tumbuhan air mengapung. Sejauh ini keberadaannya masih dianggap sebagai tumbuhan penghambat ekosistem air.
Seperti halnya eceng gondok di Situ Bagendit yang berlokasi di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat sudah dari dulu menjadi masalah yang tak terselesaikan hingga kini.
"Keberadaan Eceng Gondok di sini itu merusak ekosistem yang ada di air. Dulu ada cerita, di sini itu untuk menangkap ikan kecil itu mudah karena cakupannya luas. Sekarang dengan tutupan eceng Gondok yang mencapai 50 persenan jadi susah, nelayan rugi," ungkap Kadis Perikanan dan peternakan Kabupaten Garut, Sopyan Yani, ditemui saat berlangsung kegiatan pembersihan Eceng Gondok, di Situ Bagendit, Jumat, 26 Mei 2023.
Dikatakannya, Situ Bagendit yang melegenda ini merupakan sumber mata pencaharian sebagian warga di sana. Potensi ekonomisnya cukup lumayan.
"Dalam sehari para nelayan di sini bisa mendapat sekitar 50 kilogram secara keseluruhan, baik hasil pancingan, tangkapan dan lainnya," katanya.
Lanjutnya, apabila tutupan eceng gondok ini bisa dibersihkan, maka hasil tangkapan ikannya bisa lebih besar. Sebab jangkauannya juga lebih luas.
Karenanya kata dia, peran serta masyarakat sekitar sangat diperlukan untuk turut berpartisipasi, membersihkan tanaman pengganggu yang perkembangbiakannya sangat cepat itu
Disebutkan Sopyan, ikan dari Situ Bagendit ini terkenal lebih enak dan gurih dibanding ikan tawar lain. Sehingga harga perkilonya pun lebih mahal.
"Ikan dari sini itu lebih mahal harganya. Kalau ikan lain harganya 30 ribu rupiah, ikan dari sini itu bisa 50 ribu rupiah," katanya.
Baca Juga: Paket Lengkap BRI Ciptakan Klaster Pempek 26 Ilir Palembang: Kenalkan Pasar.id
Sesuai tupoksinya, Dinas Perikanan dan Peternakan ini memiliki tugas untuk menyediakan dan meningkatkan populasi perikanan, serta memelihara air yang ada di Bagendit
"Makanya kami setiap tahun itu menanam benih ikan itu sampai 100 ribu ekor setiap tahun. Warga siapapun boleh mengambilnya, asal jangan yang masih kecil," katanya.
Disebutkannya, benih ikan yang paling banyak ditanam kembali itu jenis nila warna yang cepat tumbuh kembangnya.(*)
Editor: Firman
Berita Terkait
-
Memprihatinkan! Begini Kondisi Ekonomi Orang Tua Siswa yang Ijazahnya Ditahan Hingga Hilang di SMAN 6 Garut
-
Suguhkan Pemandangan Alam Memukau, 3 Gunung Tertinggi di Garut ini Bisa Jadi Referensi Pendakian
-
Sempat Dikira Artis Mandarin, Ternyata Wanita Ini Seorang Janda Muda di Pinggiran Desa Cisewu Garut
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda