SUARA GARUT - Jembatan gantung penghubung Desa Bojong dan Desa Cihikeu di Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut kini kondisinya memprihatinkan.
Sasak rawayan, demikian warga setempat menyebut jembatan gantung yang melintas di atas Sungai Cirompang tersebut dibangun puluhan tahun lalu.
Hingga saat ini jembatan vital sepanjang puluhan meter tersebut tak kunjung direhabilitasi.
Saat ini, kondisi jembatan gantung itu kondisinya membuat cemas warga. Pasalnya, akibat sudah lapuk dimakan usia, kerusakan konstruksi jembatan mulai terlihat di beberapa titik.
Kekhawatiran warga bertambah pasca tersiar berita insiden maut di Toraja Utara. Seperti diketahui, kecelakaan terputusnya jembatan gantung di Toraja Utara beberapa hari lalu sampai merenggut korban jiwa.
"Kita sebagai warga yang setiap hari menggunakan jembatan gantung ini tentu semakin khawatir, mendengar berita itu. Apalagi memang jembatan gantung di sini usianya cukup tua, dan mulai lapuk," tutur Agus (58) salah seorang warga sekitar, Minggu, 28 Mei 2023.
Agus berharap, pemerintah harus belajar dari kejadian di Toraja Utara itu. Jangan sampai jika sudah ada korban baru bertindak.
"Harusnya pemerintah belajar dari insiden jembatan yang terputus di Toraja Utara itu. Jangan sampai sudah ada korban baru bertindak," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Nasmah (17) salah-seorang pelajar yang setiap hari berangkat sekolah harus melintas jembatan tersebut.
Baca Juga: Polisi Buru Pengendara Moge Penabrak Santri di Ciamis
"Nauzubillah! Jangan sampai terjadi kaya kecelakaan di Toraja itu. Mestinya pak Bupati Rudy ngerti akan keselamatan warganya. Ini jembatan akses sangat vital. Kalo jembatannya parah kayak gini, kita-kita yang mau sekolah jadi cemas juga," ungkap gadis berhijab ini. (*)
Editor: Firman
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Bukan Whistleblower, Munif Taufik Dicap Netizen Justice Collaborator di Kasus FH UI, Apa Bedanya?
-
Aturan Baru Purbaya, APBN Tanggung Cicilan Utang Kopdes Merah Putih
-
23 Kode Redeem FC Mobile 14 April 2026, Kejutan Spesial EA dan Persiapan Event Baru
-
Disomasi Rp10,7 Miliar Usai Ungkap Dugaan VCS Suami, Clara Shinta Siap Tempuh Jalur Hukum
-
"Skripsi yang Baik Adalah Skripsi yang Selesai": Curhat Mantan Mahasiswa Si Paling Perfeksionis
-
5 Rekomendasi Primer yang Tahan Lama, Bikin Makeup Menempel Seharian
-
Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global
-
Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko
-
Sinopsis Uncharted, Kala Tom Holland dan Mark Wahlberg Berburu Harta Karun
-
Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Dipolisikan