/
Minggu, 11 Juni 2023 | 06:00 WIB
Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto saat menjawab ceceran pertanyaan perwakilan negara Eropa pada acara International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue ke-20.

SUARA GARUT - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dicecar perwakilan negara-negara Barat karena usulan yang dianggap menguntungkan Rusia, sebaliknya merugikan Ukrainia. 

Usulan itu disampaikan Prabowo saat jadi pembicara di acara International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue ke-20, di Shangri-La Hotel, Singapura, Sabtu (3/6/2023).

Acara itu juga dihadiri menteri pertahanan dunia, termasuk dari Amerika dan China. 

Prabowo menyampaikan usulannya untuk menghentikan konflik di Ukraina yang salah satunya membuat Zona Demiliterisasi yang memisahkan pihak Rusia dan Ukraina. 

Zona demiliterisasi sebenarnya bukan hal baru, misal di Korea yang DC memisahkan Korea Utara dan Korea selatan atau di siprus yang memisahkan siprus utara dan republik siprus, tapi Prabowo langsung dibombardir terutama oleh penanya dari negara barat yang menganggap usulan ini memihak dan justru bikin rusia semakin merajalela.

Pada sesi tanya-jawab, diawal Prabowo meluruskan kekeliruan pandangan perwakilan negara-negara barat jika usulannya justru menguntungkan Rusia. 

"Saya rasa ini ada kekeliruan, karena posisi Indonesia sudah jelas, di PBB kami menentang invasi Rusia. Kami vote, kalian bisa cek direkaman votingnya," Ungkapnya. 

Ia juga menegaskan tidak berbicara soal siapa yang benar dan salah, tetapi berbicara soal upaya bagaimana menyelesaikan konflik berkaca dari sejarah. 

"Kita tidak bicara siapa yang benar dan salah, saya cuma mengusulkan ini sebagai upaya penyelesaian konflik dan ini sudah pernah dilakukan di masa lalu," Jawab Prabowo secara tegas dihadapan seluruh peserta konferensi. 

Baca Juga: Dengan Berat Hati, Shin Tae-yong Coret Sandy Walsh dari Skuad Timnas Indonesia

Menanggapi cecaran peserta yang hadir, Ia juga mengingatkan jika negara-negara di Asia termasuk Indonesia pernah diinvasi. 

"Kita juga di (negara-negara) Asia pernah punya pengalaman dengan perang, mungkin bahkan lebih parah, lebih berdarah, coba tanya ke saudara kita di Kamboja, berapa kali mereka diinvasi?, coba tanya saudara kita dari Vietnam berapa kali mereka diinvasi? Saya dari Indonesia berapa kali kami diinvasi?," Kata Prabowo

Ia juga menyampaikan bahwa pelanggaran terhadap kedaulatan negara tidak hanya terjadi di Ukraina saja, melainkan terjadi dibelahan dunia lainnya. 

"Bahwa konflik tidak hanya terjadi di Eropa, di Timur Tengah, ada pelanggaran kedaulatan tidak hanya terjadi di Eropa, coba tanya saudara kita di Timur Tengah, coba tanya (negara-negara) di Afrika," Tegasnya. (*) 

Editor: Farhan

Load More