SUARA GARUT - Indonesia memiliki alat bernama Pegasus yang sengaja didatangkan dari Israel yang harganya mencapai ratusan miliar rupiah.
Alat ini dikenal di dunia dengan sebutan Pegasus. Saat ini di Indonesia digunakan hampir di semua lembaga penegak hukum untuk melakukan penyadapan.
Alat ini juga digunakan pemerintah untuk membungkam demokrasi yang bisa digunakan kepada siapa saja tanpa disadari orangnya.
Korban dari kejahatan Pegasus ini menimpa Jurnalis Jamal Khashoggi. Kolumnis Washington Post News tewas mengenaskan dalam operasi yang dilancarkan pejabar Arab Saudi.
Saat itu, gerak-gerik Khashoggi terlacak karena pemerintah Arab Saudi menggunakan Pegasus untuk meretas teleponnya.
Penyadapan juga dilakukan kepada istrinya, Hanan Elatr. Istri Khasoggi itu menjadi target penyadapan sehingga ponselnya berubah menjadi alat pengawasan.
Selain itu, Pegasus juga pernah digunakan di Meksiko dan belakangan ini masuk juga ke Thailand yang digunakan untuk membungkam aktivis, masyarakat sipil dan jurnalis pro demokratis.
Di Thailand, alat ini menjadi senjata mata-mata di dunia maya dalam kasus ini sebanyak 30 korban terditeksi dalam pantauan Pegasus.
"Kami menemukan serangan di telepon iPhone. Serangan terjadi balik layar. Tidak kasat mata jika seorang user tahu kena Pegasus," kata peneliti Citizen Lab, Irene Poetranto kepada IndonesiaLeaks, dilansir garut.suara.com, Senin (12/6/2023).
Menurut Irene, mudahnya melacak seseorang yang terindikasi karena Pegasus teridentifikasi dari adanya notifikasi pada telepon seluler iPhone dan sistem IOS berisikan ada serangan mencurigakan.
IPhone mampu memberitahu, lantaran belajar dari pengalaman serangan Pegasus yang kerap menembus celah keamanan IOS.
Dari pemberitahuan itu, Citizen Lab, yang mengkhususkan dalam pengawasan terkait Pegasus NSO Group, melakukan penyelidikan forensik. Hasil forensik menunjukkan adanya kode tertentu yang hanya dimiliki NSO.
"Ada kode tertentu yang menandakan itu serangan pegasus," kata Irene.
Indikasi masuknya Pegasus di Indonesia ditandai dengan masuknya, dua perangkat alat milik Q Cyber Technologie Sarl melalui Bandara Soekarno Hatta pada 15 Desember 2020 lalu. Kedua alat itu dilabeli Cisco Reuters dan Dell Server dengan kode HS 8471.50.
Q Cyber Technologie merupakan induk usaha dari NSO Group sebuah perusahaan asal Israel yang memproduksi Pegasus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kans Angkat Trofi Tersisa 1 Persen, Misi Persija Kini Gagalkan Persib Juara Super League
-
Minuman Berkafein Bukan Solusi Utama Atasi Kelelahan, Ini Cara Tepat Menjaga Energi Tubuh
-
Satire di Balik Tawa: Membaca Indonesia Lewat Buku Esai Lupa Endonesa
-
Kebiasaan Scrolling Media Sosial: Mengapa Anak Muda Jadi Mudah Insecure?
-
Gus Ipul Bantah Tahan SK Jelang Muktamar PBNU: Itu Kabar Menyesatkan
-
Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA Klaim Hindari Calo Ilegal
-
Berjudul The One Piece, Anime Versi Remake Akan Tayang 2027 di Netflix
-
3 Mobil Bekas Punya Ground Clearance Tinggi, Suspensi Nyaman di Segala Medan
-
Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam
-
Purbaya Tak Berhentikan Posisi Dirjen Bea Cukai Usai Namanya Terseret Dakwaan Suap KPK