Dari dokumen yang diperoleh Indonesialeaks, alat tersebut dipesan oleh PT Mandala Wangi Kreasindo.
Sebelum tiba di Indonesia, alat sadap itu diterbangkan dari Jepang lalu transit di Inggris.
Saat masuk ke Indonesia, Bea Cukai mecurigai alat canggih tersebut. Sehingga kedua alat itu masuk dalam kategori zona merah setelah melalui pemeriksaan.
Zona merah sendiri menandakan, jika alat tersebut mencurigakan sehingga harus dibuka dan diperiksa sebelum diterima pemilik barang.
Dua petugas Bea Cukai yang membukanya, menceritakan, bahwa alat yang datang berupa alat pendukung komputer dan internet. Petugas yang berwenang itu pun tidak mengetahui perusahaan yang mendatangkan dipergunakan untuk keperluan apa. Setelah barang dibuka, mereka kembali mengemas alat tersebut lalu membiarkan lolos.
Ketika dikonfirmasi IndonesiaLeaks, petugas Bea Cukai yang tidak mau disebutkan namanya membenarkan adanya barang milik Q Cyber Technologies tiba di Indonesia.
Dari konfirmasi itu, Bea Cukai tak banyak bicara, mereka hanya memberikan catatan keberadaan barang masuk dengan kode UKHI 1212635 dengan jadwal tiba pada 1 Desember 2020.
Barang berasal dari Bandara Heathrow, London dengan pengirim Q Cyber Technologies Sarl yang beralamat di 6B, 2 RUA Edward Steichen UAT LU28460471 L-2540 Luxembourg. Uraian barang, tercatat sebagai elektronik berjumlah satu koli atau setara dengan 40 Kilogram.
Pegasus merupakan alat surveilans sekaligus penyadapan berteknologi canggih berbentuk software alias perangkat lunak yang dibuat oleh NSO Group sebuah firma teknologi asal Israel. Perusahaan ini didirikan pada 2010 oleh Niv Karmi, Omri Lavie, dan Shalev Hulio.
Menurut laporan Citizen Lab dan Amnesty International disebutkan, Pegasus dapat memecahkan komunikasi yang terenkripsi dari iPhone, Mac, android, dan semua perangkat elektronik berbasis OS lainnya.
Dalam pengoperasiannya, Pegasus identik dikenal sebagai alat yang bersifat zero click, sebuah metode penyadapan yang tidak memerlukan aktivasi klik dari pemilik telepon pintar maupun perangkat komputer.
Zero click merupakan serangan yang tidak tampak. Setiap pengguna tidak akan menyadari bahwa sedang diserang oleh alat pegasus.
Pegasus tidak seperti perangkat lunak peretasan lainnya yang mengharuskan pengguna untuk mengklik lampiran atau tautan berbahaya yang juga disebut one click.
Metode One click merupakan serangan yang mengharuskan pengguna telepon maupun komputer harus mengklik tautan, dokumen, video, maupun foto. Setelah itu, pelaku akan memperoleh akses untuk masuk ke dalam perangkat yang digunakan.
Pegasus dapat terinstal sendiri di perangkat telepon maupun komputer target. Setelah terinstal, Pegasus akan menginfeksi seluruh perangkat, mengambil sebagian data yang tersimpan di telepon, komputer, berupa email, foto, video, chat, kontak pribadi, lokasi keberadaan terkini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Lawan Persib di Samarinda, Mauricio Souza Sebut Persija Tak Diuntungkan
-
Apakah Irwan Mussry Seorang Mualaf? Ini Agama Suami Maia Estianty
-
Syarat Hewan Kurban yang Sah, Ini Ketentuan yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli
-
Menyoal Urgensi Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat, Apa Sebenarnya Prioritas Pendidikan Kita?
-
Donald Trump: Ayolah Iran, Kibarkan Bendera Putih
-
Harga Bitcoin Mulai Meroket Tembus USD 80.000
-
Panduan Lengkap Piala Dunia 2026: Format Baru 48 Tim, Jadwal, dan Pembagian Grup
-
Timnas Uzbekistan Mau Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Fabio Cannavaro Panggil 40 Pemain
-
Damai Timur Tengah Bikin Pasar Bergairah, IHSG Masih di Level 7.100 pada Sesi I
-
Tuhan Ada di Hatimu: Menemukan Islam yang Ramah Bersama Habib Ja'far