SUARA GARUT - Akhir tahun pelajaran di setiap satuan pendidikan di Indonesia dilaksanakan secara serempak pada bulan Juni, bukan Desember.
Menteri Pendidikan tentu memiliki alasan tertentu, mengapa akhir tahun pendidikan jatuh pada bulan Juni, dan Tahun ajaran baru tidak dilakukan Januari.
Proses tersebut, tentu melalui perjalanan panjang, dan atas kesepakatan bersama antara kementerian, Dewan pelaksana, hingga pemangku kebijakan.
Salah satu kegiatan yang dilakukan pada akhir tahun pelajaran hingga awal tahun baru pendidikan, yakni proses penerimaan peserta didik baru (PPDB).
Banyak kalangan mempertanyakan mengapa awal tahun pelajaran baru jatuh pada bulan Juli, bukan Januari.
Kisah ini berawal saat sebelum tahun 1979, sebenarnya tahun ajaran baru dilakukan pada bulan Januari setiap tahunya.
Saat sebelum 1979, awal tahun pelajaran di mulai Janauri dan diakhiri bulan Desember, selama satu tahun penuh.
Akan tetapi seiring waktu berjalan, Menteri Pendidikan yang dijabat Daoed Joesoef, merubah tahun ajaran baru menjadi Juli, dan Juni sebagai akhir tahun.
Perubahan tahun ajaran baru itu, dikukuhkan pula dalam UU Nomor 0211/U/1978, menjadi tahun pelajaran 1978-1979.
Baca Juga: Awas! Macet Bayar Cicilan PayLater Bikin Ambil Kredit Jadi Sulit
Menteri Pendidikan saat itu, Daoed Joesoef tentu berlasan mengganti tahun pelajaran diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Memudahkan Penyusunan Rencana Anggaran Pendidikan
Rencana anggaran pendidikan yang disusun sebelumnya dianggap terlalu dekat dengan agenda tutup buku anggaran tiap akhir tahun.
Oleh sebab itu dipilihlan bulan Juli, untuk memudahkan penyusunan rencana anggaran, agar biaya dapat tetap dilakukan tanpa terkendala lainya.
2. Menyesuaikan Pendidikan di Luar Negeri
Kegiatan akhir tahun pelajaran di luar negeri dilakukan pada musim panas, dan itu biasanya terjadi pada pertengan tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Meta dan Google Dipanggil Komdigi, KPAI Tegaskan Platform Digital Wajib Patuhi PP Tunas
-
Usai Lebaran, Ini Cara Cerdas Mengisi Kembali Kebutuhan Tanpa Bikin Dompet Menipis
-
Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global
-
7 Sunscreen SPF 50 untuk yang Sering Beraktivitas Outdoor, Anti Perih dan Kusam
-
Genjot Inovasi dan Layanan, Perusahaan Dessert Ini Perkuat Dominasi Pasar Ritel
-
5 Rekomendasi Jilbab yang Cocok untuk Motoran, Anti Gerah dan Tetap Rapi
-
Jangan Asal Seduh! Jurus Biar Biji Kopi Nggak Cepat Basi dan Tetap Segar
-
Bocoran Xiaomi 18 Pro dan Pro Max Dilengkapi Layar Belakang AI, Kamera 200MP, Rilis September 2026
-
Daftar Harga Sunscreen Azarine Terbaru April 2026, Mulai Rp30 Ribuan
-
Kapan Way Kambas Dibuka Kembali? Ini Jawaban Balai Taman Nasional Terkait Nasib Wisata Gajah