/
Selasa, 27 Juni 2023 | 21:03 WIB
Penampakan terkini Stadion Sepakbola RAA Adiwijaya di komplek SOR Ciateul Ciawitali Kecamatan Tarogong Kidul, nampak tidak hijau lagi, Selasa (27/06).

SUARA GARUT - Sangat disayangkan Stadion Sepakbola RAA Adiwijaya yang baru selesai pembangunannya 2 tahun lalu dan menghabiskan anggaran Rp. 30 miliar untuk tahap pertama, kini kondisinya sangat memperihatinkan.

Stadion yang pengerjaan totalnya diharapkan selesai Desember 2023 ini belum pernah digunakan untuk pertandingan resmi, namun rumputnya kini nyaris mati.

Rumput impor jenis Zoysia japonica yang diakhir pengerjaannya akhir tahun 2022 terlihat hijau dan indah, kini terlihat menguning dan permukaannya tidak rata, bahkan sebagian terlihat sudah benar benar mati.

Rusaknya rumput stadion yang sedianya bisa jadi kebanggaan masyarakat Garut itu, diduga akibat pemeliharaannya yang jauh dari kata profesional. Demikian pula dengan alat pemeliharaan rumput yang jauh dari istilah modern.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Ade Hendarsyah, mengakui rusaknya rumput lapangan dari stadion yang dianggarkan total Rp. 150 miliar itu.

"Ya betul, padahal setiap hari rumput ini disiram pagi dan sore, juga dipupuk, mungkin karena faktor cuaca yang sangat panas," katanya, saat menyaksikan kegiatan Pekan Paralympic Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III tahun 2023 tingkat Jawa Barat, cabang olahraga atletik, Selasa (27/06/2023).

Ia juga berkilah bahwa rumput impor yang harganya mahal itu juga bisa terserang  jamur. Diakuinya juga pemelihara rumput bukan tenaga profesional.

"Kalau ahli banget sih enggak, karena ini sebetulnya masih tanggung jawab pihak ketiga yang hampir selesai. Kita didik beberapa orang khusus untuk memelihara rumput," katanya.

Diakuinya pula, mesin pemotong rumputnya memang belum cukup memadai.

Baca Juga: Bupati Garut, Rudy Gunawan Pimpin Pelantikan Ribuan Guru PPPK Formasi Tahun 2022 Hari Ini

"Ada aih mesin pemotong rumput ya, cuma memang  kalau mau lebih bagus tambah mesin pola seperti di luar negeri," katanya

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman yang ditemui terpisah, mengatakan, belum mengetahui karena belum cek lapangan lagi.

"Saya belum cek ke sana, memang rumput itu mahal, sensitif, sayang kalau rumput itu pada mati. Mudah mudahan hanya atasnya saja, akarnya tidak," katanya.

Mengenai tenaga pemelihara rumput, Helmi juga mengatakan, tenaga yang ada saat ini sudah dilatih sebelum tenaga ahli yang disediakan pihak pengembang berakhir masa kontraknya. *

Load More