SUARA GARUT - Sangat disayangkan Stadion Sepakbola RAA Adiwijaya yang baru selesai pembangunannya 2 tahun lalu dan menghabiskan anggaran Rp. 30 miliar untuk tahap pertama, kini kondisinya sangat memperihatinkan.
Stadion yang pengerjaan totalnya diharapkan selesai Desember 2023 ini belum pernah digunakan untuk pertandingan resmi, namun rumputnya kini nyaris mati.
Rumput impor jenis Zoysia japonica yang diakhir pengerjaannya akhir tahun 2022 terlihat hijau dan indah, kini terlihat menguning dan permukaannya tidak rata, bahkan sebagian terlihat sudah benar benar mati.
Rusaknya rumput stadion yang sedianya bisa jadi kebanggaan masyarakat Garut itu, diduga akibat pemeliharaannya yang jauh dari kata profesional. Demikian pula dengan alat pemeliharaan rumput yang jauh dari istilah modern.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Ade Hendarsyah, mengakui rusaknya rumput lapangan dari stadion yang dianggarkan total Rp. 150 miliar itu.
"Ya betul, padahal setiap hari rumput ini disiram pagi dan sore, juga dipupuk, mungkin karena faktor cuaca yang sangat panas," katanya, saat menyaksikan kegiatan Pekan Paralympic Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III tahun 2023 tingkat Jawa Barat, cabang olahraga atletik, Selasa (27/06/2023).
Ia juga berkilah bahwa rumput impor yang harganya mahal itu juga bisa terserang jamur. Diakuinya juga pemelihara rumput bukan tenaga profesional.
"Kalau ahli banget sih enggak, karena ini sebetulnya masih tanggung jawab pihak ketiga yang hampir selesai. Kita didik beberapa orang khusus untuk memelihara rumput," katanya.
Diakuinya pula, mesin pemotong rumputnya memang belum cukup memadai.
Baca Juga: Bupati Garut, Rudy Gunawan Pimpin Pelantikan Ribuan Guru PPPK Formasi Tahun 2022 Hari Ini
"Ada aih mesin pemotong rumput ya, cuma memang kalau mau lebih bagus tambah mesin pola seperti di luar negeri," katanya
Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman yang ditemui terpisah, mengatakan, belum mengetahui karena belum cek lapangan lagi.
"Saya belum cek ke sana, memang rumput itu mahal, sensitif, sayang kalau rumput itu pada mati. Mudah mudahan hanya atasnya saja, akarnya tidak," katanya.
Mengenai tenaga pemelihara rumput, Helmi juga mengatakan, tenaga yang ada saat ini sudah dilatih sebelum tenaga ahli yang disediakan pihak pengembang berakhir masa kontraknya. *
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pesan Menyentuh Audy Item untuk Iko Uwais Usai Keguguran di Usia Kandungan 7 Minggu
-
3 Zodiak yang Beruntung dan Punya Nasib Baik 12 Agustus 2026, Keinginan akan Terwujud
-
Total 3 WNI Jadi Korban Serangan Bom Drone Houthi Yaman di Selat Bab Al Mandeb
-
ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb
-
WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor