SUARA GARUT - Baru-baru ini dua putra Ahmad Dhani yakni Al Ghazali dan El Rumi dikabarkan bergabung dengan Partai Politik (parpol) Gerindra.
Bergabungnya putra musisi pentolan grup band Dewa 19 yang akrab disapa Al dan El tersebut mendapat tanggapan dari pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Hari Fitrianto.
Menurut Heri, dengan gabungnya Al dan El ke partai besutan Prabowo Subianto itu adalah fenomena wajar saja.
Terlebih sistem demokrasi di Indonesia yang memang tidak melarang hal tersebut.
"Saya rasa wajar, Al dan El gabung Gerindra karena memang sistem demokrasi kita memperbolehkan," kata Hari, kepada awak media, belum lama ini.
Menurutnya, keterlibatan kalangan selebritis dalam kancah politik menjelang Pemilu bukan merupakan fenomena baru.
"Kita lihat misalnya pada masa Orde Baru, Rhoma Irama sempat menjadi jubir PPP. Saat itu, suara yang diperoleh partai tersebut terbilang signifikan," ungkapnya.
Kemudian di era Presiden SBY dan Joko Widodo, keterlibatan para selebritas sebagai pendulang suara juga semakin kentara.
Malahan, band sekelas Slank secara terang-terangan menyatakan dukungannya pada kepada Joko Widodo yang saat itu capres.
Baca Juga: SBN Ritel Seri ORI023 Diluncurkan, Bibit Tangkap Peluang
Dijelaskannya, dalam mekanisme kampanye, terdapat istilah vote getter, yaitu pihak-pihak yang mampu menarik pemilih dengan tujuan meningkatkan suara kandidat yang diusung.
Nah, dalam hal ini, kehadiran selebritas seperti Al dan El merupakan vote getter bagi Partai Gerindra.
Selain itu, kehadiran anak-anak Maia Estianty ini juga sekaligus bisa menjadi jembatan bagi Prabowo dan Gerindra untuk terhubung dengan pemilih pemula yang berasal dari kalangan generasi Y (milenial) dan generasi Z.
Hal tersebut menhingat Prabowo memiliki jarak yang begitu lebar dengan pemilih pemula dari generasi milenial ataupun generasi Z.
"Prabowo butuh jembatan untuk menghubungkannya dengan anak-anak muda, pemilih pemula. Saya kira ini adalah manuver politik yang strategis," katanya.
Meski dinilai sebagai langkah strategis, tetapi kehadiran selebritas di ranah politik ini sempat mengundang pro-kontra di kalangan warganet.
Para netizen menilai, para selebritis itu tak cukup memiliki kapabilitas sebagai seorang politikus. (*)
Editor: Firman
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
5 Shade Cushion untuk Kulit Olive Undertone Indonesia agar Tidak Kelihatan Abu-abu
-
Dari Yogyakarta, Solo hingga Thailand Nova Arianto Buru Komposisi Terbaik Timnas Indonesia U-20
-
Dolar AS Keok di HUT RI, Rupiah Tembus Level Rp17.796 Pagi Ini
-
Siapa Penjahit Bendera Merah Putih? Ini Sosok Perempuan di Balik Berkibarnya Bendera Pusaka
-
Bertahan Lebih dari 2.000 Tahun, Lukisan Tebing Huashan Ini Diduga Digambar dengan Darah Manusia
-
Bye Kulit Berminyak dan Kusam! Ini 4 Pelembap Brightening Berlabel Oil Free
-
Pesona Istri Keenam Soekarno Ratna Sari Dewi Kenakan Kebaya Merah Jambu di Upacara HUT RI
-
Mengenal Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah: Bikin Sekolah Lebih Manusiawi atau Sekadar Slogan?
-
Profil Khaliska Refqi Ramadhani Pembawa Baki Upacara HUT ke-81 RI di IKN
-
Daftar Lengkap Petugas Upacara Kemerdekaan RI ke-81 di Plaza Seremoni IKN