/
Selasa, 04 Juli 2023 | 17:41 WIB
Potret Al Ghazali dan El Rumi saat diumumkan resmi bergabung dengan Partai Gerindra besutan Prabowo Subianto. (Foto: Instagram Gerindra)

SUARA GARUT - Baru-baru ini dua putra Ahmad Dhani yakni Al Ghazali dan El Rumi dikabarkan bergabung dengan Partai Politik (parpol) Gerindra.

Bergabungnya putra musisi pentolan grup band Dewa 19 yang akrab disapa Al dan  El tersebut mendapat tanggapan dari pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Hari Fitrianto.

Menurut Heri, dengan gabungnya Al dan El ke partai besutan Prabowo Subianto itu adalah fenomena wajar saja.

Terlebih sistem demokrasi di Indonesia yang memang tidak melarang hal tersebut.

"Saya rasa wajar, Al dan El gabung Gerindra karena memang sistem demokrasi kita memperbolehkan," kata Hari, kepada awak media, belum lama ini.

Menurutnya, keterlibatan kalangan  selebritis dalam kancah politik menjelang Pemilu bukan merupakan fenomena baru. 

"Kita lihat misalnya pada masa Orde Baru, Rhoma Irama sempat menjadi jubir PPP. Saat itu, suara yang diperoleh partai tersebut terbilang signifikan," ungkapnya.

Kemudian di era Presiden SBY dan Joko Widodo, keterlibatan para selebritas sebagai pendulang suara juga semakin kentara.

Malahan, band sekelas Slank secara terang-terangan menyatakan dukungannya pada kepada Joko Widodo yang saat itu capres.

Baca Juga: SBN Ritel Seri ORI023 Diluncurkan, Bibit Tangkap Peluang

Dijelaskannya, dalam mekanisme kampanye, terdapat istilah vote getter, yaitu pihak-pihak yang mampu menarik pemilih dengan tujuan meningkatkan suara kandidat yang diusung. 

Nah, dalam hal ini, kehadiran selebritas seperti Al dan El merupakan vote getter bagi Partai Gerindra.

Selain itu, kehadiran anak-anak Maia Estianty ini juga sekaligus bisa menjadi jembatan bagi Prabowo dan Gerindra untuk terhubung dengan pemilih pemula yang berasal dari kalangan generasi Y (milenial) dan generasi Z.

Hal tersebut menhingat Prabowo memiliki jarak yang begitu lebar dengan pemilih pemula dari generasi milenial ataupun generasi Z.

"Prabowo butuh jembatan untuk menghubungkannya dengan anak-anak muda, pemilih pemula. Saya kira ini adalah manuver politik yang strategis," katanya.

Meski dinilai sebagai langkah strategis, tetapi kehadiran selebritas di ranah politik ini sempat mengundang pro-kontra di kalangan warganet.

Para netizen menilai, para selebritis itu tak cukup memiliki kapabilitas sebagai seorang politikus. (*)

Editor: Firman

Load More