SUARA GARUT - Kebiasaan pria nonton film dewasa bisa berpengaruh tidak baik terhadap kehidupan sehari-hari.
Kebiasaan pria menonton film dewasa tersebut tentu mempunyai beberapa alasan dan juga bisa di lihat dari ciri-ciri pria tersebut .
Alasan dan ciri-ciri pria kecanduan film dewasa tersebut dikatakan Dr Sadsam Ismail dalam tayangan kanal youtube Saddam Ismail.
Alasan pertama pria suka nonton film dewasa ternyata karena laki-laki mudah terangsang. Otak laki-laki pada dasarnya mudah terangsang ketika melihat hal-hal berbau pornografi.
"dia langsung siap, langsung menerima. Karena ketika menonton porno, hormon dopamine tadi diproduksi makin lama makin banyak," ungkap Dr Saddam Ismail.
Aasan berikutnya pria suka nonton film dewasa adalah untuk menutupi rasa kecemasan. Biasanya ada orang yang menutupi kecemasan dengan menonton film dewasa.
"Ada juga ketika orang mengalami masalah seksual, dia beralih menonton film porno karena takut hubungan seksual secara nyata, gangguan emosi, banyak yang seperti itu, karena untuk menutupi rasa kecemasannya," ujar Dr Saddam Ismail
Hal itu bisa terjadi akibat merasa takut saat berhubungan seksual secara nyata. Saat hormon dopamine membanjiri otaknya, maka kurang sensitif saat berhubungan seksual di dunia nyata.
"Menonton film dewasa bisa membuat orang berfikir yang aneh-aneh," kata Dr Saddam Ismail.
Pria yang sudah kecanduan nonton film porno bisa di lihat dari ciri-cirinya.
Ciri-ciri pria yang sudah kecanduan nonton film dewasa, diantaranya banyak menghabiskan waktu nonton film tersebut.
Ciri yang lain, seorang pria kecanduan nonton film dewasa tersebut bertujuan untuk kepuasan. Selain itu, rela membuang waktu berjam-jam untuk mengakses film dewasa. Selanjutnya menyuruh pasangannya menyuruh adegan-adegan yang ada di film yang ia tonton.
Tidak bisa berhenti menonton film dewasa juga masuk dalam ciri-ciri seorang pria sudah kecanduan nonton film tersebut.
Dr Saddam Ismail mengungkapkan, menonton film dewasa sebenarnya masih bisa di tolerir, tetapi jika sudah berlebihan sudah tidak bisa di tolerir lagi karena berdampak tidak baik bagi tubuh (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Apa Itu Tabungan Valas? Kenali Keuntungan dan Risikonya
-
Isu Persija vs Persib Tergusur Acara GRIB Jaya, Pramono: Saya Tidak Mau Berspekulasi
-
Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
-
Pengusaha Beras Pusing, Harga Gabah Tembus Rp 8.200 per Kg
-
Nikmati BRI KPR Take Over Tenor 25 Tahun untuk Atur Ulang Cicilan Rumah Agar Cash Flow Lebih Efisien
-
Lawan Persib di Samarinda, Mauricio Souza Sebut Persija Tak Diuntungkan
-
Apakah Irwan Mussry Seorang Mualaf? Ini Agama Suami Maia Estianty
-
Syarat Hewan Kurban yang Sah, Ini Ketentuan yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli
-
Menyoal Urgensi Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat, Apa Sebenarnya Prioritas Pendidikan Kita?
-
Donald Trump: Ayolah Iran, Kibarkan Bendera Putih