- Tabungan valas adalah produk perbankan dalam mata uang asing yang berfungsi sebagai instrumen diversifikasi dan perlindungan nilai kekayaan.
- Instrumen ini mempermudah transaksi internasional, biaya pendidikan luar negeri, serta mitigasi risiko terhadap pelemahan nilai tukar mata uang Rupiah.
- Nasabah perlu mempertimbangkan fluktuasi kurs, selisih biaya beli-jual (spread), serta potensi suku bunga rendah sebelum membuka rekening valas.
Suara.com - Di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu, alangkah baiknya untuk melakukan diversifikasi investasi. Salah satu instrumen investasi yang populer adalah Tabungan Valas.
Namun, apa sebenarnya tabungan valas itu, dan mengapa banyak perencana keuangan menyarankannya? Mari kita bahas secara tuntas.
Apa Itu Tabungan Valas?
Dilansir dari laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tabungan valas atau valuta asing adalah produk tabungan yang menggunakan mata uang selain Rupiah.
Contohnya seperti Dolar Amerika (USD), Dolar Singapura (SGD), Euro (EUR), Yen Jepang (JPY), hingga Riyal Arab Saudi (SAR).
Secara sistem kerja, tabungan ini hampir serupa dengan tabungan Rupiah biasa. Anda dapat menyetor uang, melakukan penarikan, dan mendapatkan bunga.
Perbedaan utamanya terletak pada denominasi mata uang yang digunakan dan adanya fluktuasi nilai tukar (kurs) yang memengaruhi nilai saldo Anda jika dikonversikan kembali ke Rupiah.
Memiliki tabungan valas bukan sekadar gaya hidup, melainkan strategi pengelolaan keuangan yang matang. Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa Anda harus mempertimbangkannya:
1. Perlindungan Terhadap Fluktuasi Kurs (Hedging)
Nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing bersifat fluktuatif. Dengan
menyimpan uang dalam bentuk valas, Anda melakukan langkah mitigasi risiko jika sewaktu-waktu nilai Rupiah melemah.
Baca Juga: Resep Kaya ala Orang Cina: Ketika Strategi yang Tepat Terlihat Seperti Hoki
Dikutip dari berbagai sumber perbankan nasional, tabungan valas berfungsi sebagai pelindung nilai kekayaan (hedging) agar daya beli Anda tetap terjaga saat bertransaksi di skala internasional.
2. Memudahkan Transaksi Luar Negeri
Bagi Anda yang sering bepergian ke luar negeri atau pelaku bisnis ekspor-impor, tabungan valas sangat mempermudah proses transaksi.
Anda tidak perlu lagi bolak-balik ke money changer setiap kali ingin berangkat. Selain itu, biaya konversi mata uang biasanya dapat ditekan karena Anda sudah memiliki saldo dalam mata uang yang dituju.
3. Persiapan Dana Pendidikan di Luar Negeri
Biaya pendidikan di luar negeri tentu harus dibayar dengan mata uang negara tersebut. Dengan mencicil simpanan dalam bentuk valas sejak dini, Anda bisa menghindari risiko lonjakan biaya akibat depresiasi Rupiah di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Profil PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI): Emiten Alkes, Pemegang Saham dan Prospek
-
Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional
-
Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis
-
Emiten Pengolah Limbah MHKI Bagikan Dividen Rp9,9 Miliar, Catat Jadwalnya
-
Aturan Outsourcing Bakal Dirombak Total, Ini Kata Said Iqbal dan Wamenaker
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp771 Miliar, BUMI hingga BUKA Jadi Sasaran
-
Benarkah Patriot Bond dan Merah Putih Bond Jadi Mesin Pencuci Uang Legal?
-
Harga Bitcoin Menguat Tembus Level US$ 64.000, Siap Menuju 100.000 Dolar AS?
-
Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional
-
3 Saham Paling 'Sibuk' pada Sesi I, IHSG Ambrol di Zona Merah