SUARA GARUT – Pasca permintaan maaf Syahnaz Sadiqah terkait perselingkuhannya dengan Rendy Kjaernett terungkap. Kini banyak kontroversi yang menyeruak dari keluarga Syahnaz dan Jeje Govinda.
Usai mengunggah video klarifikasi bersama Jeje Govinda, Syahnaz Sadiqah tampak percaya diri tampil di depan publik. Kini dihebohkan video joget-joget Syahnaz bersama sang kakak, Nisya Ahmad.
Sayangnya, dari penampilan percaya diri Syahnaz Sadiqah itu menjadi kontroversi karena Syahnaz dinilai menari diantas penderitaan Lady Nayoan.
Tak hanya itu, tindakan yang dilakukan adik Raffi Ahmad itu ditanggapi oleh Psikolog Nurcahyati. Nurcahyati menyebut adik Raffi Ahmad itu memiliki tingkat empati yang rendah.
Psikolog Nurcahyati juga membeberkan faktor yang melandasi perilaku tersebut.
“Sikap kurang empati ini lah yang membuat ia sulit untuk bisa menempatkan dirinya sesuai dengan keadaan atau mungkin situasi yang seharusnya,” kata Nurcahyati.
Tak hanya itu, Nurcahyati menyebut orang yang tidak memiliki empati merasa memiliki kekuatan lebih karena ada orang yang melindunginya.
Sayangnya, rasa percaya diri tersebut justru menimbulkan sikap arogansi yang membuat dia tidak berfikir tidak akan pernah terkalahkan lantaran adanya kekuatan yang dimiliki.
“Rasa percaya diri ini sayangnya seringkali membuat dia menampilkan sikap yang arogan sehingga dia tidak memperhatikan apakah sikap dia itu layak ditampilkan atau tidak, yang ditampilkan hanya sikap arogansi menunjukkan kekuatan, bahwa ia tidak terkalahkan dan memiliki kuasa,” tambahnya. (*)
Baca Juga: KPK Cari Bukti Perusahaan Rokok Lain yang Diduga Setorkan Uang ke Andhi Pramono
Editor: Farhan
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta