/
Kamis, 20 Juli 2023 | 07:53 WIB
Sri Rejeki sukses kembangkan usaha keripik kulit semangka dan meraup omzet Rp 7 juta tiap bulannya.(Foto: Istimewa PNM)

Setelah beberapa inovasi yang dicobanya, Keripik Kulit Semangka akhirnya muncul dengan berbagai varian seperti balado, jagung, manis, dan keju.

“Yang paling digemari itu rasa balado dan original. Kata ibu-ibu tetangga kalau original enaknya dimakan pakai nasi kalau enggak ada lauk,” kata Sri sambil tertawa kecil.

Kegigihan dan kepercayaan dirinya dalam menjual produk ini tidak mudah. 

Berawal dari munculnya kritik dari orang-orang di sekitarnya yang menganggap kulit semangka tidak umum untuk dijadikan kudapan enak. 

Kerabat bahkan suami Sri juga sempat skeptis dengan langkahnya membesarkan usahanya dengan bergabung ke PNM Mekaar. 

Tidak ada yang dapat menjamin bahwa keripik ini akan laris seperti keripik yang sudah biasa diperjual belikan.

Sampai akhirnya omzet Sri mencapai 6-7 juta perbulan dengan harga Rp 10 ribu per 100 gr keripik. 

Penjualannya laris sampai ke luar daerah seperti Jakarta, Makassar, dan Manado. 

“Saya jual hanya lewat WhatsApp saja sih dan langsung antar ke teman. Keripik Kulit Semangka saya ini juga sudah sampai ke Qatar, ada yang pesan di sana dan sudah diterbangkan produknya,” ujar Sri dengan penuh harapan.

Baca Juga: Marselino Ferdinan Bantu KMSK Deinze Hajar FC Emmen 2-0, Langsung Pulang ke Belgia

Kisah Sri Rejeki berbicara banyak akan kegigihan dan ide inovatif yang harus dimiliki oleh setiap pelaku usaha. 

Mengalami berbagai tantangan dan dukungan, akhirnya ia bisa sampai untuk membuktikan bahwa usahanya tidak sia-sia. 

Sri seringkali mengucapkan terima kasih kepada PNM Mekaar atas pendampingan usaha dan pemberian ruang bagi Sri untuk modal dalam menjalankan usahanya. 

Hal ini menginspirasi banyak nasabah PNM lainnya dalam menata jalan menuju kesuksesan.(*)

Load More