- FC Porto menyampaikan duka mendalam dan solidaritas bagi korban gempa bumi berkekuatan magnitudo besar di Venezuela.
- Dua gempa di Venezuela pada Rabu malam menyebabkan 164 orang meninggal dunia serta ribuan orang dilaporkan hilang.
- Kerusakan infrastruktur berat termasuk penutupan bandara utama menghambat proses evakuasi korban dan distribusi bantuan kemanusiaan saat ini.
Suara.com - Klub raksasa Portugal, FC Porto, menyampaikan duka dan solidaritas mendalam kepada para korban gempa Venezuela.
Dalam pernyataan resminya, klub juara Liga Champions itu menegaskan empati terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
“Kami menyampaikan solidaritas kepada seluruh korban dan mereka yang tengah menghadapi ketidakpastian serta kesulitan,” tulis pihak klub.
FC Porto juga menyoroti hubungan emosional yang telah lama terjalin dengan Venezuela.
Ikatan ini diperkuat oleh keberadaan komunitas Portugal yang cukup besar di negara tersebut.
Klub menilai hubungan tersebut bukan sekadar historis, tetapi juga bersifat kemanusiaan.
Banyak pendukung FC Porto di Venezuela yang memiliki kedekatan kuat dengan identitas klub.
Dalam konteks tersebut, FC Porto secara khusus menyampaikan perhatian kepada para suporter mereka di Caracas.
Termasuk di antaranya anggota Casa FC Porto de Caracas beserta keluarga mereka.
Baca Juga: Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
“Kami berharap seluruh pendukung kami di Venezuela berada dalam keadaan aman,” demikian pesan klub.
Sementara itu, korban tewas akibat gempa Venezuela hingga Kamis (25/6) malam waktu setempat mencapai 164 orang.
Dua gempa berturut-turut dengan magnitudo 7,2 dan 7,5 terjadi pada Rabu malam, memicu kepanikan luas di berbagai wilayah.
Wilayah pesisir La Guaira menjadi salah satu daerah terdampak paling parah.
Ribuan orang dilaporkan hilang, sementara hampir 1.000 lainnya mengalami luka-luka akibat runtuhnya bangunan dan infrastruktur.
Di ibu kota Caracas, warga berhamburan ke jalan saat gempa terjadi.
Berita Terkait
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 164 Orang, Terdengar Jeritan dari Reruntuhan
-
Negara Eropa Bersatu untuk Venezuela, Kirim Banyak Bantuan Termasuk Pesawat Angkut A400M
-
Update Gempa Venezuela, Korban Tewas Tembus 164 Orang
-
Dua Gempa Besar Hantam Venezuela dalam 39 Detik: Mengapa Negara Itu Rawan Terhadap Gempa?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey
-
Deretan Rekor Tercipta usai Meksiko Lolos 'Sempurna' ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
-
Hong Myung-bo Akui Kesalahan Strategi Usai Korea Selatan Takluk dari Afrika Selatan