SUARA GARUT - Harta kekayaan Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaitun, Panji Gumilang masih simpang siur belum ada estimasi pasti yang diumumkan pihak berwenang.
Namun beberapa pihak menduga nilainya bisa mencapai triliunan rupiah.
Sebagai seorang pimpinan Ponpes yang memiliki pengaruh besar, Panji Gumilang diketahui memiliki harta yang melimpah.
Namun sumber kekayaannya masih menjadi misteri bagi banyak orang Apakah kekayaan tersebut hanya berasal dari Al Zaytun atau terdapat usaha lain yang menjadi penyumbang kekayaan Panji Gumilang.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, Panji Gumilang memiliki 289 rekening.
Dari 289 rekening itu terdiri dari 256 rekening atas nama perorangan dan 33 rekening yang terafiliasi dengan Pondok Pesantren Al Zaytun.
Kata Mahfud MD, ada 256 rekening atas nama Abu Toto Panji Gumilang Abdussalam.
"Nama dia itu 6 ada Abu Toto Panji Gumilang Abdussalam pokoknya 6 lah," kata Mahfud ditemui usai memberikan sambutan seminar tentang keamanan laut di Hotel Borobudur Jakarta Pusat.
"Selain itu ada juga, 33 rekening atas nama institusi jadi 289," ujar Mahfud.
Baca Juga: Bercerai dengan Sule, Nathalie Holscher Sudah Dapat Pengganti?
Panji disebut-sebut memiliki rumah mewah di Kecamatan Lino, Kota Depok, Jawa Barat.
Kabarnya ia telah membeli rumah tersebut sejak 2002 namun tidak pernah ditinggali.
Masyarakat sekitar hanya sesekali melihat Panji menyambangi rumahnya itu.
Selain itu Panji juga dikabarkan memiliki bisnis galangan kapal yang masih terafiliasi dengan Al Zaytun lokasinya berada di Kabupaten Indramayu Jawa Barat.
Bisnis ini dikabarkan dipimpin langsung oleh Panji dalam naungan PT Pelabuhan Samudera Biru Mangun Kencana.
Galangan kapal itu dilengkapi dengan mesin dan peralatan untuk membangun kapal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026