/
Selasa, 25 Juli 2023 | 06:24 WIB
Penyebab kebakaran TPA Pasirbajing, Garut tengah diselidiki oleh Polres Garut. (Foto: Suara Garut/Ahmad Muhram)

SUARA GARUT - Kebakaran yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasirbajing, Kabupaten Garut, Jawa Barat, diduga disengaja. 

Kapolres Garut, AKBP Rohman Yonky, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah untuk menyelidiki insiden tersebut, termasuk pendalaman terkait penyebab kebakaran.

"Kami belum dapat memastikan apakah kebakaran ini disengaja atau tidak. Diperlukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkapkan fakta yang sebenarnya," ujar Yonky saat diwawancarai oleh awak media di Mapolres Garut pada Senin, 24 Juli 2023.

Saat ini, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Garut dan Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Garut untuk melakukan penanganan lanjutan dan memadamkan sumber api sepenuhnya.

"Upaya untuk mengatasi asap yang mengganggu warga telah diambil," katanya.

Sementara itu, Eded Komara, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, menyatakan bahwa kebakaran di TPA Pasirbajing berhasil dipadamkan sejak Minggu sore, 23 Juli 2023. Selama pemadaman, pihaknya menggunakan air dan menimbun sumber api dengan pasir.

"Untuk mencegah kebakaran serupa terjadi di masa mendatang, baiknya disediakan kantung air dan pompa air di sekitar lokasi TPA," tuturnya.

Tidak dapat dipungkiri, kebakaran di TPA Pasirbajing kerap terjadi setiap tahunnya, khususnya selama musim kemarau. 

"Tiap musim kemarau kebakaran selalu terjadi, selain panas, bisa dipicu oleh gas yang berasal dari bawah tumpukan sampah, atau dari puntung rokok," terangnya.

Baca Juga: Ikut Tren Joget TikTok, Anjasmara Bikin Netizen Salfok: Sugar Daddy

Sebelumnya, Kepala DLH Garut, Jujun Juansyah, mengungkapkan bahwa kebakaran tersebut disebabkan oleh pembakaran yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Namun, identitas oknum tersebut masih belum diketahui.

"Oknum tersebut hingga sampai saat ini belum diketahui," ujarnya.(*)

Editor: Firman

Load More