SUARA GARUT - Maraknya aksi premanisme dan gengmotor di Kabupaten Garut, Jawa Barat membuat Polisi harus bertindak tegas dengan memberlakukan jam malam bagi pelajar.
Siswa yang masih berkeluyuran di malam hari akan ditindak tegas dengan cara diamankan ke Polsek terdekat untuk menghindari perbuatan yang tidak diinginkan.
Namun aturan jam malam ini tidak diberlakukan untuk kegiatan keagamaan dan kegiatan belajar lainnya.
"Bagi siswa yang masih bekeluyuran di atas pukul 23.00 WIB akan diamankan. Teguran akan dilakukan dan diamankan ke Polsek terdekat," kata Kapolres Garut, AKBP Rohman Yonky Dilata kepada wartawan, Jumat 28 Juli 2023 di Mapolres Garut.
Yonky melanjutkan, aturan jam malam ini dilakukan untuk mengantisipasi kejahatan geng motor dan maraknya premanisme serta kenakalan anak.
"Jadi pelajar atau siswa tugasnya bukan keluyuran jadi akan kita amankan jika lebih dari jam malam," ungkapnya.
Tidak hanya yang keluyuran, siswa atau pelajar yang masih berada di warnet main game online akan diberlakukan aturan yang sama.
"Kalau ada siswa yang masih main game online di warnet sampai malam hari akan kita amankan juga," katanya.
Namun menurutnya, aturan jam malam tidak berlaku bagi kegiatan keagamaan dan kegiatan belajar mengajar.
Baca Juga: Berikut Rekor-rekor di MLS yang Berpotensi Dipecahkan Lionel Messi
Pemberlakuan jam malam ini akan diikuti dengan patroli secara berkala yang dilakukan anggotanya menggandeng TNI dan Satpol PP.
"Jadi semua pihak akan digandeng dalam pemberlakuan jam malam untuk pelajar ini termasuk orang tua siswa dan tokoh masyarakat," ucapnya.
Ia berharap, semua pihak bisa saling mengingatkan untuk meminimalisir kejahatan yang dilakukan oleh anak dan maraknya geng motor.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
3 Cara Cari Promo Indomaret Terbaru agar Belanja Bulanan Makin Hemat
-
Denny Sumargo Konfirmasi Yai Mim Meninggal Dunia, Sebut Berpulang Saat Ditahan
-
Sekjen ATSI Merza Fachys: Operator Siap Laksanakan Registrasi SIM Biometrik, Tapi...
-
Anwar BAB Sempat Merasa Janggal Sebelum Boiyen Menikah dengan Rully Anggi Akbar
-
Beda Kelas! Saat Steven Wongso Jadikan Obesitas Bahan Hinaan, Ade Rai Justru Bongkar Bahayanya
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Bisnis Kebencian: Resbob Dituntut 2,6 Tahun Penjara Usai 'Jual' Isu SARA Demi Saweran
-
Shindy Samuel Minta Maaf ke Rendy usai Ditalak, Akui Tak Bisa Penuhi Nafkah Batin