SUARA GARUT - Kasus warga sekampung mendadak punya utang ke PNM Mekar menjadi perhatian penuh Polres Garut.
Selain menunggu ada pihak yang dirugikan melakukan pelaporan, Polres Garut juga akan menyelidiki indikasi korupsi dalam kasus ini.
Polres Garut saat ini terus melakukan pendalaman terkait indikasi korupsi yang merugikan keuangan negara.
"PNM Mekar ini kan milik BUMN jadi bukan perusahaan sembarangan. Namun diduga ada kelalian dalam kasus warga sekampung yang mendadak punya utang ini," kata Kapolres Garut, AKBP Rohman Yonky Dilata, Selasa 25 Juli 2023.
Yonky mengaku pihaknya sudah melakukan pendalaman terkait kasus ini dan mengumpulkan keterangan dari warga yang menjadi korban.
"Kita mintai keterangan warga yang jadi korban. Kita cari pelakunya juga," ujarnya.
Dirinya menduka indikasi korupsi dimungkinkan terjadi dalam kasus pencairan uang pinjaman dari PNM Mekar ini.
"Segala hal dimungkinkan. Kita periksa dari para korban dan menunggu sejauhmana laporan dari PNM," imbuh Yonky.
Dalam hal ini, kata Yonky, pihak PNM bisa saja menjadi korban karena warga tidak merasa melakukan pinjaman uang.
Baca Juga: Gahar! Menilik Spesifikasi Kendaraan Pindad Maung yang Ditunggangi Jokowi dan Prabowo
"Sampai saat ini terkait pinjaman itu belum ada titik terang tapi akan terus kita dalami," katanya.
Menurut Kapolres, dari sebanyak 407 orang yang namanya dicatut untuk meminjam uang ke PNM di Desa Sukabakti, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, tinggal 49 orang yang belum diklarifikasi.
"Jika proses klarifikasi selesai pendalaman akan dilakukan lagi untuk mengetahui prosedur penyalurannya. Sehingga akan ditemukan titik terang kebocorannya," tambahnya.
Kapolres berharap, warga atau pun PNM Mekar yang menjadi korban dalam kasus pinjaman piktif ini segera melapor ke Polres Garut agar kasusnya cepat ditanggulangi.(*)
Berita Terkait
-
Kisah Account Officer PNM Mekar yang Sukses Menjadi Pengusaha Muda Setelah Menggeluti Bisnis Kedai Kopi
-
Warga Sekampung Mendadak Punya Utang, Wakil Bupati Garut Soroti Prosedur Pencairan PNM
-
PNM Peduli Olah Limbah Jadi Berkah untuk Kampung Madani Cibodas
-
Pinjaman Fiktif Mencuat, PNM Singgung Soal Pandemi, Sebabnya Ini
-
Resahkan Masyarakat, Puluhan Preman Digiring ke Mapolres Garut
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Tak Semua Huntap di Daerah Bencana Sumatera Rampung Sebelum Lebaran
-
Menteri PKP: 133.000 Rumah Subsidi Berdiri di Jateng dan Jatim di 2026
-
Jadwal Imsak & Salat Palembang 26 Februari 2026 Hari Ini, Catat Waktu Sahur dan Magrib
-
5 Poin Penting Ibu Tiri di Sukabumi Tersangka Hingga Ayah Kandung Dibidik Polisi
-
Tersingkir oleh Maarten Paes, Kiper Muda Ajax Kirim Sinyal Perang Rebut Posisi Utama
-
Waktu Imsak & Buka Puasa Bandar Lampung 26 Februari 2026 Hari Ini
-
Andritany Geleng-geleng Persija Bisa Menang Lawan MU di Ternate
-
Inspiratif, Kisah Suli dan Komunitas TWS Gagas Bantuan Seumur Hidup untuk Guru Honorer di NTT
-
7 Restoran Sunda Lesehan di Bandar Lampung untuk Buka Bersama Keluarga Besar,
-
Tuding Jalan Berlubang Biang Kerok, Ini 5 Poin Penting Perjuangan Keadilan Warga Banten