SUARA GARUT- Melalui program Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, pemerintah membuka peluang kerja di luar negeri.
Dalam program fasilitasi penempatan kerja ke Jepang kali ini, sedikitnya 42 orang perwakilan dari 42 kecamatan di Kabupaten Garut diberikan kesempatan untuk bekerja di negeri sakura, Jepang.
Saat ini, tahapan program sudah mencapai tahap pengasramaan atau boarding, untuk penyiapan penempatan kerja di Jepang tersebut.
Dua peserta program, Ade Ilham Sekrisis Niaman (24) dan Siti Nur Azizah (21), menceritakan pengalaman mereka selama mengikuti program ini. Mereka menjalani berbagai pelatihan, termasuk pembelajaran Bahasa Jepang, kebudayaan Jepang, kedisiplinan, dan keahlian pertanian yang akan diterapkan di Jepang.
Ditemui di sela-sela proses pembelajaran di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, Ilham menceritakan, melalui program ini dirinya bersama 41 orang lainnya mendapatkan beberapa pelatihan, mulai dari pembelajaran Bahasa Jepang, kebudayaan Jepang, Kedisiplinan, hingga keahlian khusus yang akan diterapkan di sana.
Ilham, pemuda berasal dari Kampung Cinta Mukti, Desa Karyasari, Kecamatan Cibalong, yang sebelumnya bekerja di Puskesmas, mengungkapkan bahwa program ini sangat membantu warga Garut yang ingin bekerja di luar negeri, terutama mereka yang kesulitan secara ekonomi.
Selama boarding di UPT BLK ini, mulai dari 'tenkou' pagi atau apel pagi untuk memulai kegiatan, 'taisho' atau senam, bersih-bersih asrama dan sekitarnya, pembelajaran bahasa dan keahlian di bidang pertanian, hingga 'tenkou' malam atau apel malam menjadi santapan rutin yang dijalaninya bersama rekan lainnya.
"Hal unik yang saya dapati sebelum dan sesudah belajar di sini, itu yang pertama kali saya kaget itu ada yang berbeda itu tenko dan taisho, yang seperti tadi karena saya sebelumnya kan di kampung saya gak ada yang namanya tenko gak ada yang namanya taisho, tenko kan upacara setiap pagi, taisho itu senam, di saya kan kalau senam harus ada event-event dulu, kalau di sini kan wajib setiap pagi, itu aja sih," ungkap ,Ilham.
Ilham membeberkan pengalamannya ketika dirinya pertama kali memperoleh informasi terkait program ini dari pihak kecamatan. Beberapa tahapan seleksi pun ia lalui, mulai dari seleksi pemberkasan, tes fisik, tes kesehatan, hingga psikotes yang melibatkan langsung psikolog, sebelum akhirnya ditetapkan menjadi bagian dari 42 orang saat ini. Dia bersyukur hingga saat ini bisa menjadi salah satu yang terpilih dalam program ini.
Melalui program ini pula, kata Ilham, dirinya merasa terbantu, karena menurutnya, jika bekerja ke luar negeri dengan biaya sendiri, adalah sesuatu yang sulit untuk dicapai, dan membutuhkan biaya yang cukup besar.
"Ya dengan adanya program dari Pemkab Garut ini sangat-sangat membantu sekali bagi warga Garut sekitar, yang khususnya tanda kutip miskin yang ingin pergi bekerja ke Jepang sangat terbantu sekali, karena bagi saya sendiri itu gak mungkin lah karena gak ada uang, dengan adanya program ini sangat terbantu sekali," ungkap Ilham.
Dia bahkan memiliki cita-cita untuk membuka lahan pertanian dan lapangan kerja bagi orang lain setelah kembali dari Jepang.
Ilham berharap program ini terus berlanjut, karena program ini sangat membantu warga Garut yang memiliki keinginan untuk bekerja ke luar negeri, namun terkendala kemampuan ekonomi.
Hal sama diutarakan Siti Nur Azizah - gadis dari Kampung Cibingbin, Desa Leuwigoong, Kecamatan Leuwigoong. Dia menuturkan, bahwa dirinya bersama yang lainnya mulai melakukan pembelajaran secara online sejak bulan Mei, dan masuk ke asrama dimulai akhir Mei lalu.
Siti juga berbagi kesan positifnya tentang program ini, terutama mengenai fasilitas yang mereka dapatkan, seperti pelatihan, asrama, buku modul pembelajaran, dan makanan yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Garut. Dirinya tidak mengeluarkan uang sepeser pun, kecuali akomodasi dari rumah ke lokasi asrama atau untuk sekadar jajan. Dia pun merasa bersyukur dan berterima kasih atas kesempatan ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Prediksi Bayern Munich vs Real Madrid: Die Roten Siap Habisi Los Blancos
-
Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik
-
Bukan Gula atau Tepung, Plastik Justru Jadi Biang Pedagang Kue Pontianak Terjepit
-
Kapan Timnas Indonesia vs Prancis? Erick Thohir Buka Suara Kans Jay Idzes Hadapi Mbappe
-
KSPI Boikot May Day di Monas, Tagih Janji Presiden soal RUU PPRT
-
Ingin Otak Lebih Fokus? Sains Temukan Fakta Mengejutkan dari Kebiasaan Membaca Huruf Hijaiyah
-
Nasib Sial Kevin Diks: Dibekap Cedera, Gladbach Terancam Degradasi
-
5 Body Lotion Marina untuk Mencerahkan Kulit, Harga Mulai Rp12 Ribuan
-
Viral Napi Korupsi Asyik Ngopi di Luar Rumah Tahanan, Petugas Pengawal Langsung Dicopot!