SUARA GARUT - Kisruh masalah lahan yang terjadi antara Yayasan Margasatwa Tamansari sebagai pengelola Kebun Binatang Bandung (KBB) dengan Pemerintah Kota Bandung menimbulkan berbagai spekulasi.
Ada isu menyebutkan, satwa yang ada di KBB akan segera dialihkan ke Taman Satwa Cikembulan, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Namun pengelola Taman Satwa Cikembulan (TSC), Rudy Aripin, membantah kabar akan adanya pelimpahan satwa dari KBB ke TSC.
"Terkait isu seperti itu, itu bukan ranah kita. Jadi kalau ada sesuatu dalam tarap ujian seperti itu nanti ada pihak terkait yang langsung. Berdoanya sih semoga permasalahan ini cepat selesai," ujar Rudy Aripin.
Soal perpisahan satwa itu bukan hal yang mudah, saya pikir Bonbin Bandung legend ya mungkin ada solusi supaya tetap di sana, dan satwanya juga tetap di sana," katanya.
Ia menegaskan, kalau ada berita binatangnya akan dipindah ke lembaga konservasinya itu tidak benar. Sebab pihaknya pun harus mengukur kemamp kecil yang tak mungkin bisa menampung limpahan binatang dari kebon binatang Bandung.
"Memindahkan binatang itu tidak mudah perlu kajian dan pertimbangan. Gajah kalau mau dipindah ke sini jalannya kemana," katanya.
Dijelaskannya, tidak mudahnya memindahkan satwa itu, sebab satwa mudah stres. Jangankan pindah tempat yang jauh, katanya pindah kandang saja yang jaraknya beberapa meter saja bisa menyebabkan satwa mati.
Baca Juga: Mengagumkan Wajah Happy Asmara Terpajang di New York Time Square
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bangkit Lagi? Cek Perkiraan Harga HP Midrange Vivo S2 yang Dirumorkan Comeback Tahun Ini
-
Mortal Kombat 2 Raup Puluhan Miliar Sebelum Tayang, Siap Ikuti Kesuksesan Super Mario?
-
Upaya Duda Lina Jubaedah Jadikan Bintang Ahli Waris Berakhir Tragis, Hakim Nilai Cacat Formil
-
Kembalinya Mahkota Raja Pajajaran, Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Pukau Warga Bogor
-
Ketika Bantuan Pendidikan Tidak Selalu Sampai pada Kebutuhan Anak
-
Sinopsis Film Backrooms: Teror Ruangan Kosong yang Penuh Gore dan Misteri
-
Realita Kehidupan Dewasa yang Tidak Selalu Indah di Buku Rapijali 3
-
Ini Program Wali Kota Solo untuk Mengentaskan Angka Pengangguran dan Kemiskinan
-
Sampah Hari Ini, Ancaman Masa Depan: Gen Z Tak Boleh Acuh pada Lingkungan
-
Tangisan Driver Ojol Penghasilannya Turun Drastis, Dulu Bisa Rp300 Ribu Per Hari, Sekarang Sulit