/
Kamis, 07 September 2023 | 09:21 WIB
Pemkab Garut laksanakan rapat koordinasi bahas darurat bencana kekeringan, Selasa (5/9).

SUARA GARUT - Luasan lahan yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau di Kabupaten Garut, Jawa Barat terus bertambah. Saat ini Garut   dalam  masa tanggap darurat kekeringan dari 28 Agustus hinga 10 September mendatang.

Untuk mengatasi bencana tersebut,  Pemda Garut menyiapkan anggaran hingga Rp. 2,1 miliar.

"Anggaran yang disediakan untuk tanggap darurat ini sebenarnya Rp. 2,1 miliar bersumber dari BTT (Biaya Tidak Terduga). Rp. 1,5 miliar untuk pipanisasi yang dikerjasamakan dengan TNI-Polri di 11 lokasi di 3 kecamatan ," ungkap Kalak BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar, saat ditemui di kantornya usai rapat koordinasi, Selasa 5 September 2023.

Aah mengatakan, bahwa penanganan kekeringan di Garut saat ini dilakukan dengan dua cara. Yakni, pertama dengan distribusi air bersih kepada yang membutuhkan secara sporadis.

"Kita itu sudah menyalurkan hampir 125 ribu liter air bersih kepada warga yang membutuhkan," katanya.

Adapun daerah kekeringan yang kondisinya cukup ekstrim ada di 19 kecamatan, dan ada 10 kecamatan yang mendapatkan tanggap darurat. Kecamatan Cigedug dilanda kekeringan terparah.

"Yang secepatnya kita laksanakan ialah suplai air bersih, dan langsung ke lokasi warga, yang membutuhkan air bersih," katanya.

Cara yang kedua,  yaitu membangun pipanisasi di berbagai mata air atau sumber air yang ada di daerah tersebut.

Menurutnya hingga kini ada 10 kecamatan dan yang rawan air bersih, diantaranya Kecamatan Cigedug, Malangbong, Limbangan, Cikelet, dan lainnya.

Baca Juga: 500 Anak Paud Lakukan Manasik Sambil Edukasi Satwa Langka di Taman Satwa

" Yang kita layani (pasokan air bersih) itu 24 ribu jiwa,  dan 9209 KK dengan penyaluran air bersih  129.000 liter," katanya.

Disebutkannya, untuk suplai air bersih ke puluhan titik daerah rawan air bersih itu setiap harinya hanya dilayani 5  mobil tangki air. 

Load More