SUARA GARUT - Luasan lahan yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau di Kabupaten Garut, Jawa Barat terus bertambah. Saat ini Garut dalam masa tanggap darurat kekeringan dari 28 Agustus hinga 10 September mendatang.
Untuk mengatasi bencana tersebut, Pemda Garut menyiapkan anggaran hingga Rp. 2,1 miliar.
"Anggaran yang disediakan untuk tanggap darurat ini sebenarnya Rp. 2,1 miliar bersumber dari BTT (Biaya Tidak Terduga). Rp. 1,5 miliar untuk pipanisasi yang dikerjasamakan dengan TNI-Polri di 11 lokasi di 3 kecamatan ," ungkap Kalak BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar, saat ditemui di kantornya usai rapat koordinasi, Selasa 5 September 2023.
Aah mengatakan, bahwa penanganan kekeringan di Garut saat ini dilakukan dengan dua cara. Yakni, pertama dengan distribusi air bersih kepada yang membutuhkan secara sporadis.
"Kita itu sudah menyalurkan hampir 125 ribu liter air bersih kepada warga yang membutuhkan," katanya.
Adapun daerah kekeringan yang kondisinya cukup ekstrim ada di 19 kecamatan, dan ada 10 kecamatan yang mendapatkan tanggap darurat. Kecamatan Cigedug dilanda kekeringan terparah.
"Yang secepatnya kita laksanakan ialah suplai air bersih, dan langsung ke lokasi warga, yang membutuhkan air bersih," katanya.
Cara yang kedua, yaitu membangun pipanisasi di berbagai mata air atau sumber air yang ada di daerah tersebut.
Menurutnya hingga kini ada 10 kecamatan dan yang rawan air bersih, diantaranya Kecamatan Cigedug, Malangbong, Limbangan, Cikelet, dan lainnya.
Baca Juga: 500 Anak Paud Lakukan Manasik Sambil Edukasi Satwa Langka di Taman Satwa
" Yang kita layani (pasokan air bersih) itu 24 ribu jiwa, dan 9209 KK dengan penyaluran air bersih 129.000 liter," katanya.
Disebutkannya, untuk suplai air bersih ke puluhan titik daerah rawan air bersih itu setiap harinya hanya dilayani 5 mobil tangki air.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Prabowo Bertemu Marcos Jr di KTT ASEAN, Stabilitas Asia Tenggara Jadi Prioritas
-
Jadi Dokter Bedah Plastik, Intip Karakter Lee Jae Wook di Doctor on the Edge
-
Dedi Congor Kabur dari Wartawan Usai Diperiksa Kasus Bea Cukai, KPK: Ada Dugaan Terima Uang
-
Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah
-
Cak Imin Sebut Kasus Pencabulan di Pati Alarm Darurat Pesantren: Itu Kiai Palsu, Cuma Manipulasi!
-
Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi
-
Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?
-
Wamendagri Wiyagus Ajak Pemda di Asia Pasifik Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan
-
Meninggal di Amerika, Ini Penyebab Komposer Legendaris James F. Sundah Tutup Usia
-
Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?