SUARA GARUT— Tak hanya dikenal sebagai Kota Dodo, Garut juga merupakan salah satu destinasi wisata di Indonesia khususnya di Jawa Barat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Garut yang berstatus sebagai kabupaten ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 2.627.220 jiwa.
Lebih dari 2,6 juta jiwa penduduk tersebut tersebar di 42 kecamatan yang terdiri dari 442 desa atau kelurahan di Kabupaten Garut.
Selain itu, Garut juga telah menjadi salah satu pusat perekonomian di wilayah Priangan Timur yang tentunya dengan kondisi sosial penduduk beragam atau heterogen.
Hampir sama dengan wilayah atau daerah perkotaan lain yang semakin berkembang dan moderen, Garut juga memiliki pusat perbelanjaan untuk menunjang kebutuhan warganya.
Beberapa pusat perbelanjaan dan mal di Garut di antaranya, yaitu Ramayana Garut, Asia Toserba Garut, Annarto Mall, Garut Plaza, Matahari Department Store Garut, Yogya Toserba, Garut Hyper Square, dan Garut Trade Center.
Garut juga akan segera memiliki mal baru yang sedang dibangun. Tentunya untuk memanjakan warga Kota Dodol ini serta sebagai upaya pemerataan ekonomi yang tidak berada di satu tempat.
Mal tersebut ialah Citimall Garut. Citimall digadang-gadang (akan) menjadi mal terbesar di Garut. Luas mal ini mencapai 23.000 meter persegi.
Rinciannya, seluas 17.000 meter persegi merupakan area yang disewakan (net leasable area/ NLA). Mal yang bakal menjadi mal terluas di Garut ini direncanakan memiliki 3 lantai.
Berdasarkan gambar atau foto desain yang beredar, Citimall Garut sendiri sebenarnya memiliki desain yang sederhana namun tetap terlihat moderen dan mewah.
Konsep 'rumah kaca' yang dipasang di bagian tengah depan bangunan mal ini juga menghadirkan kesan megah serta elegan.
Kesan elegan juga terlihat desain dari langit-langit mal yang dipasangi ornamen abstrak berupa garis yang meliuk dan pembatas kaca di tiap pinggir dasar lantainya.
Lokasi Citimall Garut pun terbilang sangat strategis, yaitu berada di dekat Bundaran Suci di Jalan Jenderal Sudirman yang notabene merupakan kawasan Pusat Kota Garut.
Berbagai tempat dan objek penting maupun pusat keramaian di sekitar mal ini di antaranya Mapolres Garut, Sentra Kerajinan Sukaregang, Rumah Sakit Annisa Queen, Rumah Sakit Nurhayati, dan Sky-G Funtainment.
Berbagai tenan dan brand atau merek dagang ternama pun akan mengisi mal ini. Beberapa brand di antaranya, yaitu Informa, Matahari Department Store, Hyfresh Supermarket dan tenan-tenan lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Sekda Banten 'Angkat Tangan' Hadapi Aturan UU HKPD: Tolong Bantu Kami Cari Solusi