SUARA GARUT— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut melakukan pengecekan kualitas beras yang merupakan program bantuan dari pemerintah pusat, Selasa (19/9/2023) di Gudang Bulog Kabupaten Garut.
Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas beras-beras yang akan didistribusikan kepada masyarakat itu dalam kondisi yang bagus dan aman dikonsumsi.
Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, menuturkan pihak Pemkab bersama stakeholder lainnya telah memilah atau menyeleksi dan memeriksa secara langsung beras-beras tersebut masuk kategori beras medium atau beras premium.
Setelah dilakukan pengecekan, dapat dipastikan beras-beras yang akan dibagikan kepada warga itu merupakan beras baru.
"Tadi sudah ditimbang, sudah diseleksi, apakah ini beras medium atau premium, ini beras baru," tutur Helmi yang mengecek langsung kondisi beras bersama pejabat terkait lainnya Gudang Bulog Kabupaten Garut.
Pihaknya juga secara langsung mengawasi semua tahapan sebelum pengemasan beras dan pengemasan beras hingga siap disalurkan kepada masyarakat miskin di Garut.
Petugas Bulog juga menyampaikan bahwa beras yang akan dibagikan kepada masyarakat Garut itu adalah beras kualitas medium. Kondisi bulirnya pun lengkap dan tidak bubuk.
Helmi dan para pejabat terkait lainnya juga sudah memastikan beras-beras itu tidak berbau dan hanya tercium bau khas beras, tidak berkutu serta layak dikonsumsi masyarakat.
Adapun beras-beras tersebut yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat itu akan disalurkan sebanyak tiga kali, yaitu pada September, Oktober, November kepada
masyarakat miskin Kabupaten Garut.
Baca Juga: Viral! Fortuner Gunakan Lampu Rem Tembak Silaukan Mata di Tol Jakarta Cikampek
Pada September ini, sebanyak 2.750.045 kilogram beras siap dibagikan untuk memenuhi kebutuhan di bulan ini. Jumlah yang sama atau sekitar 2750 ton beras akan kembali disalurkan pada bulan selanjutnya.
Helmi juga menutukan, setiap kepala keluarga (KK) akan menerima beras sebanyak 10 kilogram yang akan dibagikan dalam waktu dua pekan ke seluruh kecamatan di Kabupaten Garut.
"Setiap KK mendapatkan 10 kilogram beras, dan akan kita bagikan ke seluruh kecamatan dalam jangka waktu dua minggu," kata Helmi.
Bantuan beras dari pemerintah pusat ini juga diharapkan bisa meringankan beban masyarakat miskin di Kabupaten Garut yang berjumlah sekitar 275.045 keluarga penerima manfaat (KPM) dalam memenuhi kebutuhan pangannya. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!
-
Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia